Sekjen PBB Soal Perubahan Iklim: Tindakan Kolektif atau Bunuh Diri Kolektif

Senin, 18 Juli 2022 - 18:39 WIB
loading...
A A A
Guterres ingin memastikan bahwa mereka yang paling membutuhkan dana dapat mengaksesnya.

Sebagai pemegang saham bank pembangunan multilateral, negara maju harus menuntut pengiriman segera dari investasi dan bantuan yang diperlukan untuk memperluas energi terbarukan dan membangun ketahanan iklim di negara-negara berkembang. Tuntut agar bank-bank ini menjadi layak untuk tujuan.

Menuntut agar bank-bank itu mengubah kerangka kerja dan kebijakan mereka untuk mengambil lebih banyak risiko dan secara dramatis meningkatkan rasio mobilisasi investasi swasta yang saat ini sangat buruk, USD29 sen untuk setiap dolar AS.

Mereka harus meningkatkan pendanaan yang tidak memerlukan sovereign guarantee, janji pemerintah untuk membebaskan tanggung jawab pihak ketiga dalam hal wanprestasi.

Dan mereka harus menggunakan kemitraan dan instrumen untuk mengambil risiko yang akan melepaskan triliunan dolar AS investasi swasta yang dibutuhkan.

“Keempat, kerugian dan kerusakan sudah terjadi terlalu lama. Kondisi ini mengikis kepercayaan yang kita butuhkan untuk mengatasi darurat iklim bersama,” papar dia.

Dia menjelaskan, “Saya telah melihat secara langsung dampak kenaikan permukaan laut, kekeringan yang melumpuhkan, dan banjir yang menghancurkan. Kerugian dan kerusakan terjadi sekarang.”

Menurut dia, “Kita butuh respons global yang nyata yang menjawab kebutuhan orang-orang, komunitas, dan negara yang paling rentan di dunia. Langkah pertama adalah menciptakan ruang dalam proses iklim multilateral untuk mengatasi masalah ini, termasuk pendanaan untuk kerugian dan kerusakan.”

“Ini harus menjadi dekade aksi iklim yang menentukan. Yang berarti kepercayaan, multilateralisme, dan kolaborasi. Kita punya pilihan: tindakan kolektif atau bunuh diri kolektif. Pilihan itu ada di tangan kita,” ujar dia.

Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1421 seconds (11.210#12.26)