AS: Mohammed bin Salman Bersikeras Harus Ada Negara Palestina sebelum Normalisasi dengan Israel
Kamis, 19 Desember 2024 - 07:33 WIB
loading...
Putra Mahkota Mohammed bin Salman (kanan) bersikeras harus ada Negara Palestina sebelum normalisasi Arab Saudi dengan Israel. Foto/SPA
A
A
A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bersikeras Negara Palestina harus ada sebagai bagian dari kesepakatan apa pun untuk normalisasi hubungan dengan Israel.
Itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, yang menambahkan bahwa penekanan pemimpin Arab Saudi tersebut adalah kunci stabilitas jangka panjang di Timur Tengah dan yang akan menjamin keamanan Israel.
Blinken mengatakan bahwa gencatan senjata Gaza diperlukan terlebih dahulu. Namun setelah itu, fokusnya harus pada stabilitas jangka panjang kawasan tersebut, yang akan mencakup keamanan Israel.
Baca Juga: Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman: Israel Lakukan Genosida Terhadap Rakyat Palestina!
"Dan, tentu saja, kuncinya adalah normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi," katanya dalam wawancara dengan Foreign Affairs yang diterbitkan pada hari Rabu, sambil menyatakan harapan bahwa pemerintahan Donald Trump yang akan datang akan menyelesaikan kesepakatan tersebut.
"Namun agar itu terjadi, kita membutuhkan ketenangan di Gaza—dan itu jelas dari Saudi—tetapi kita juga membutuhkan jalur yang kredibel menuju Negara Palestina," kata Blinken.
Meskipun ada beberapa laporan selama tahun lalu, termasuk minggu ini, bahwa Arab Saudi bersedia melonggarkan tuntutannya dengan imbalan normalisasi, Riyadh telah berulang kali konsisten dalam pendiriannya yang menuntut pendirian Negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, yang menambahkan bahwa penekanan pemimpin Arab Saudi tersebut adalah kunci stabilitas jangka panjang di Timur Tengah dan yang akan menjamin keamanan Israel.
Blinken mengatakan bahwa gencatan senjata Gaza diperlukan terlebih dahulu. Namun setelah itu, fokusnya harus pada stabilitas jangka panjang kawasan tersebut, yang akan mencakup keamanan Israel.
Baca Juga: Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman: Israel Lakukan Genosida Terhadap Rakyat Palestina!
"Dan, tentu saja, kuncinya adalah normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi," katanya dalam wawancara dengan Foreign Affairs yang diterbitkan pada hari Rabu, sambil menyatakan harapan bahwa pemerintahan Donald Trump yang akan datang akan menyelesaikan kesepakatan tersebut.
"Namun agar itu terjadi, kita membutuhkan ketenangan di Gaza—dan itu jelas dari Saudi—tetapi kita juga membutuhkan jalur yang kredibel menuju Negara Palestina," kata Blinken.
Meskipun ada beberapa laporan selama tahun lalu, termasuk minggu ini, bahwa Arab Saudi bersedia melonggarkan tuntutannya dengan imbalan normalisasi, Riyadh telah berulang kali konsisten dalam pendiriannya yang menuntut pendirian Negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Lihat Juga :