Profil Barbara Palmer, Selir Raja Inggris Charles II Paling Tenar

Sabtu, 09 Juli 2022 - 11:05 WIB
loading...
Profil Barbara Palmer, Selir Raja Inggris Charles II Paling Tenar
Selir Raja Charles II, Barbara Palmer. Foto/National Portrait Gallery London
A A A
LONDON - Seorang raja, selain memiliki permaisuri, biasanya juga mempunyai selir. Tidak terkecuali, Raja Charles II dari Inggris.

Raja Charles II yang berkuasa pada 1660-1685, memiliki satu selir yang sangat dikenal di seluruh penjuru kerajaan. Dengan kelihaian dan kekuatan politiknya, sang selir mampu mempengaruhi raja.

Selir itu adalah Barbara Palmer, yang juga mendapat julukan The Uncrowned Queen atau Ratu Tanpa Mahkota.

Barbara Palmer, yang bernama asli Barbara Villiers, lahir dari pasangan William dan Mary pada tanggal 27 November 1640. Keluarga Barbara sebelumnya adalah seorang bangsawan.



Ayahnya seorang Viscount, salah satu gelar bangsawan, dan ibunya seorang pewaris. Namun hidup dalam gelimang harta tidak lama dirasakan Barbara.

Ayahnya meninggal pada saat Barbara berusia tiga tahun. Ia meninggalkan utang yang sangat banyak, hingga membuat keluarga tersebut jatuh miskin.

Barbara kemudian tumbuh menjadi wanita yang paling diinginkan di Inggris, karena fisiknya yang cantik. Selain itu, Barbara juga masih memiliki kedekatan dengan keluarga kerajaan.

Namun hal ini tidak lantas menjadikan Barbara sebagai wanita bangsawan lagi karena dirinya masih terlalu miskin untuk menjadi kelas bangsawan.

Pada usianya yang ke 19, tepatnya tahun 1659, Barbara menikah dengan Robert Palmer serta mengikutinya ke Belanda.

Pada saat itu, Raja Charles II juga tinggal di Belanda dalam masa pengasingan selama pemerintahan parlementer Oliver Cromwell.

Barbara kemudian menjadi kekasih Raja Charles II, sehingga hubungan Barbara dengan suaminya tidak begitu harmonis.

Suami Barbara hanya bisa menerima ketika Raja Charles II membawa Barbara dan dirinya ke kerajaan, setelah Raja Charles II kembali ke London.

Tak berapa lama, Raja Charles II mengangkat Robert menjadi The Earl of Castlemaine. Jabatan suaminya ini disebut-sebut karena andil Barbara yang memberikan pelayanan lebih kepada Raja Charles II.

Pada tahun 1662, Raja Charles menikah dengan Catherine dari Braganza. Alih-alih malu, Barbara secara terang-terangan memamerkan statusnya sebagai gundik Raja kepada sang Ratu Catherine.

Perilaku Barbara kian menjadi sewaktu dia hamil anak kedua. Ketika Raja dan Ratu sedang berbulan madu, Barbara nekat tinggal di Istana Hampton Court untuk melahirkan, yang disetujui sang Raja.

Bukan hanya itu, Raja Charles II juga ingin mempromosikan anak gundiknya itu untuk menjadi anggota kerajaan secara resmi.

Hal tersebut membuat sang Ratu sangat membenci Barbara. Kekuatan Barbara membuahkan hasil, lima dari enam anak Barbara resmi diakui Raja Charles II.

Selain itu, Barbara juga memiliki kekuatan yang kuat di bidang politik kerajaan. Barbara memaksa Ratu untuk menjadikan dirinya sebagai Lady of the Bedchamber, yang dia lakoni selama beberapa tahun.

Barbara mengetahui semua hal tentang Raja Charles II, mulai dari urusan pribadi hingga isu politik dalam negeri dan luar negeri.

Setiap kali raja melakukan pertemuan dengan para petinggi kerajaan, Barbara akan mempengaruhi raja dengan memberikan saran sesuai dengan keinginannya.

Raja Charles pun tidak segan untuk melakukan apa yang Barbara minta. Oleh karena itu, Barbara dikenal sebagai selir yang penuh dengan trik cerdik namun licik di antara seluruh keluarga kerajaan.

Pada 1670, Barbara Palmer menjadi Countess of Southampton dan Duchess of Cleveland. Bintangnya meredup kala Raja Charles II mulai kurang memperhatikan tuntutan Barbara setelah tahun 1670.

Sampai akhirnya, Barbara diusir Raja Charles II pada tahun 1674. Ia sepenuhnya digantikan oleh Louise de Keroualle, Duchess of Portsmouth. Barbara Palmer meninggal dunia tahun 1709.

(sya)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1301 seconds (0.1#10.140)