Lima Kota Paling Kotor di Asia, Nomor 3 Ada Tetangga Indonesia
Sabtu, 18 Juni 2022 - 18:49 WIB
loading...
A
A
A
4. Orangi Town, Karachi
Kota paling kotor di Asia yang berikutnya adalah Orangi Town. Kota Orangi merupakan bagian dari Distrik Karachi, Pakistan. Dikutip dari US News, kota ini berisikan sekitar 113 pemukiman pinggiran Karachi. Tepatnya di Pantai Barat Pakistan yang membentang 8.000 hektar dan menjadi rumah bagi 1,5 hingga 2,4 juta orang.
Para penghuninya tinggal di rumah yang terbuat dari balok beton. Sekitar 8 sampai 10 orang harus berbagi dalam dua atau tiga kamar yang tersedia. Setelah kehilangan layanan pemerintah, mereka membangun dan membiayai sendiri saluran pembuangan di kawasan tersebut.
Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai pembuat karpet, barang-barang dari kulit, hingga produk lainnya. Tingkat kepadatan penduduk yang melebihi kapasitas, serta kurangnya akses air bersih berkontribusi pada masalah kesehatan, termasuk malaria.
5. Sukinda, India
Sukinda dikenal sebagai pusat pertambangan bijih kromit dan kromium. Sebagai akibatnya, saluran air di kota ini telah terkontaminasi dan mempengaruhi sekitar 50 persen kebutuhan air minum di kotanya.
Dikutip dari iban Plastic, salah satu sungai utama di kota tersebut, Sungai Brahmani bahkan turut terkontaminasi kromium heksavalen tingkat tinggi. Hal ini diketahui memiliki risiko yang berbahaya bagi yang meminumnya. Yang paling parah, bisa terkena kanker dan penyakit berbahaya lainnya.
Baca juga: Daftar 9 Negara yang Mengakui Israel sebagai Sebuah Negara
Kota paling kotor di Asia yang berikutnya adalah Orangi Town. Kota Orangi merupakan bagian dari Distrik Karachi, Pakistan. Dikutip dari US News, kota ini berisikan sekitar 113 pemukiman pinggiran Karachi. Tepatnya di Pantai Barat Pakistan yang membentang 8.000 hektar dan menjadi rumah bagi 1,5 hingga 2,4 juta orang.
Para penghuninya tinggal di rumah yang terbuat dari balok beton. Sekitar 8 sampai 10 orang harus berbagi dalam dua atau tiga kamar yang tersedia. Setelah kehilangan layanan pemerintah, mereka membangun dan membiayai sendiri saluran pembuangan di kawasan tersebut.
Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai pembuat karpet, barang-barang dari kulit, hingga produk lainnya. Tingkat kepadatan penduduk yang melebihi kapasitas, serta kurangnya akses air bersih berkontribusi pada masalah kesehatan, termasuk malaria.
5. Sukinda, India
Sukinda dikenal sebagai pusat pertambangan bijih kromit dan kromium. Sebagai akibatnya, saluran air di kota ini telah terkontaminasi dan mempengaruhi sekitar 50 persen kebutuhan air minum di kotanya.
Dikutip dari iban Plastic, salah satu sungai utama di kota tersebut, Sungai Brahmani bahkan turut terkontaminasi kromium heksavalen tingkat tinggi. Hal ini diketahui memiliki risiko yang berbahaya bagi yang meminumnya. Yang paling parah, bisa terkena kanker dan penyakit berbahaya lainnya.
Baca juga: Daftar 9 Negara yang Mengakui Israel sebagai Sebuah Negara
(ian)
Lihat Juga :