Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!

Minggu, 07 Juni 2026 - 13:37 WIB
loading...
Gerakan Protes Gen Z...
Abhijeet Dipke dari Partai Cockroach Janta berpidato di hadapan para pendukungnya pada protes yang menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Uni Dharmendra Pradhan di Jantar Mantar, New Delhi. Foto/Yashraj Sharma/Al Jazeera
A A A
NEW DELHI - Saurav Kushwaha, 17 tahun, hanya membawa pakaian ganti dan menaiki kereta malam bersama kakak laki-lakinya untuk sampai ke New Delhi pada Sabtu pagi dari desa mereka di Madhya Pradesh, India tengah. Kedua bersaudara itu beristirahat di trotoar, menunggu Abhijeet Dipke tiba dari Amerika Serikat.

Kemarahan di kalangan pemuda India – di mana setengah dari 1,4 miliar penduduk negara itu berusia di bawah 25 tahun – telah membara selama beberapa waktu. Situasi itu diperparah oleh kebocoran soal ujian dan perbedaan pendapat di dewan sekolah terbesar di negara itu.

Dan kemarahan itu tampaknya telah menemukan jalan keluar yang tak terduga dalam satu partai politik satir, yang disebut Partai Janata Kecoak (Partai Rakyat Kecoak, atau CJP), yang lahir dari ejekan dan lelucon.

Komentar ketua hakim India bulan lalu yang menyamakan kaum muda dengan kecoak menuai kemarahan luas. Kemudian, Dipke, seorang lulusan baru Universitas Boston, merenungkan hal itu pada saat itu, “Bagaimana jika semua kecoak berkumpul?”

Hal itu menjadi sensasi di internet India, membuka jalan bagi peluncuran CJP, plesetan dari Partai Bharatiya Janata (BJP) milik Perdana Menteri Narendra Modi.

Lelucon santai Dipke menarik lebih dari 22 juta pengikut di Instagram, dua kali lipat dari partai Modi, yang telah berkuasa sejak 2014.

Namun Dipke dan ratusan orang lainnya yang muncul di New Delhi pada hari Sabtu, menuntut agar menteri pendidikan Modi mengundurkan diri, tidak lagi bercanda.

“Peringatan kepada pemerintah Modi sederhana: suruh menteri pendidikan mengundurkan diri,” tegas Dipke, berbicara kepada kerumunan yang semakin besar. “Atau kami tidak akan pergi dari sini.”

“Semua Kecoak, Berkumpul!”


Bagian dari gerakan ini adalah Kushwaha, siswi dari Madhya Pradesh, yang baru saja lulus ujian kelulusan sekolah menengah atas kelas 12 dari Dewan Pusat Pendidikan Menengah India.

Proses tersebut diwarnai kontroversi karena beberapa ketidaksesuaian, termasuk penilaian digital pada lembar jawaban.

Ia tidak yakin apakah mampu melanjutkan pendidikan tinggi, tetapi Kushwaha lebih marah kepada pemerintah “yang acuh tak acuh terhadap rakyat yang memilih mereka”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Indonesia-India Kerja...
Indonesia-India Kerja Sama Program Rudal Canggih BrahMos dan Udara ke Udara
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Hampir Tembus 3.000 Jiwa, Belasan Ribu Luka-luka
Trump Hentikan Seluruh...
Trump Hentikan Seluruh Kerja Sama Perdagangan dengan Spanyol, Kenapa?
Rekomendasi
Bangun Pendidikan Hukum,...
Bangun Pendidikan Hukum, Peradi Profesional Gandeng 112 PTN dan PTS se- Indonesia
Pengamanan di Polda...
Pengamanan di Polda Metro Diperketat usai Penggeledahan, Puluhan Brimob Bersenjata Siaga
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
Berita Terkini
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved