Putin Disebut Marah pada China karena Tak Bantu Rusia

Kamis, 09 Juni 2022 - 08:36 WIB
loading...
Putin Disebut Marah...
Presiden Vladimir Putin dilaporkan marah pada China karena tidak membantu Rusia dalam menghilangkan sanksi terkait invasi Moskow ke Ukraina. Foto/REUTERS/Maxim Shemetov
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan mengumbar kemarahan dan umpatan kasar tentang pemimpin China Xi Jinping. Pemicunya adalah karena Beijing tidak membantu menghilangkan sanksi yang menjerat Moskow.

Seperti diketahui, Rusia dihantam rentetan sanksi dari banyak negara setelah menginvasi Ukraina sejak 24 Februari 2022.

Laporan ini muncul dari saluran Telegram General SVR, sebuah saluran oposisi yang mengeklaim memiliki jaringan orang-orang dalam Kremlin. Laporan tersebut ramai dikutip media-media Inggris, termasuk The Sunpada Kamis (9/6/2022).

Selama mengumbar kata-kata kasarnya, menurut laporan itu, Putin juga menyalahkan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov karena gagal untuk mendapatkan dukungan China.

Baca juga: Ukraina Geram pada Israel karena Tolak Jual Iron Dome untuk Melawan Rusia

Pada awal perangnya di Ukraina, Rusia terkena sanksi luas yang bertujuan melumpuhkan ekonominya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Penembakan di Fasilitas...
Penembakan di Fasilitas Remaja, 6 Orang Tewas
Rekomendasi
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Berita Terkini
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved