Jerman Ternyata Tak Berdaya Hadapi Rudal Oreshnik Milik Rusia
Sabtu, 28 Desember 2024 - 20:30 WIB
loading...
Jerman tak berdaya hadapi rudal Oreshnik milik Rusia. Foto/X/@Allium_369
A
A
A
BERLIN - Pertahanan udara Jerman tidak mampu secara efektif melindungi negara tersebut dari rudal hipersonik Oreshnik baru Rusia . Itu dilaporkan Bild mengutip analisis internal yang disiapkan oleh Kementerian Luar Negeri.
Roket balistik jarak menengah, yang dapat membawa berbagai jenis hulu ledak, termasuk yang nuklir, pertama kali digunakan pada tanggal 21 November, ketika menghantam fasilitas industri militer Yuzhmash Ukraina di kota Dnepr. Mengomentari serangan itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim Oreshnik melaju sepuluh kali kecepatan suara dan tidak dapat dicegat oleh sistem pertahanan udara yang ada.
Dalam artikelnya pada hari Jumat, Bild melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Jerman telah menugaskan sebuah studi internal mengenai kemampuan pertahanan udara Berlin dan Kiev dalam menghadapi potensi ancaman rudal balistik.
Dalam sebuah langkah yang tampaknya melanggar wilayah Kementerian Pertahanan, para diplomat memanfaatkan keahlian seorang perwira penghubung dan beberapa spesialis pertahanan udara dalam militer.
Baca Juga: Potensi Perang dengan Rusia Menguat, NATO Siapkan Skenario Pertempuran
Menurut media tersebut, kesimpulan yang mereka dapatkan adalah bahwa "Jerman tidak akan berdaya melawan serangan Oreshnik." Bild mengutip dokumen tersebut sebagai peringatan bahwa sistem pertahanan udara Patriot buatan AS "tidak cocok untuk melawan rudal balistik jarak jauh, seperti Oreshnik."
"Mengingat kecepatan dan kemampuan manuver rudal Rusia, potensi intersepsi akan lebih merupakan serangan yang beruntung," menurut analisis Kementerian Luar Negeri.
Roket balistik jarak menengah, yang dapat membawa berbagai jenis hulu ledak, termasuk yang nuklir, pertama kali digunakan pada tanggal 21 November, ketika menghantam fasilitas industri militer Yuzhmash Ukraina di kota Dnepr. Mengomentari serangan itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim Oreshnik melaju sepuluh kali kecepatan suara dan tidak dapat dicegat oleh sistem pertahanan udara yang ada.
Dalam artikelnya pada hari Jumat, Bild melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Jerman telah menugaskan sebuah studi internal mengenai kemampuan pertahanan udara Berlin dan Kiev dalam menghadapi potensi ancaman rudal balistik.
Dalam sebuah langkah yang tampaknya melanggar wilayah Kementerian Pertahanan, para diplomat memanfaatkan keahlian seorang perwira penghubung dan beberapa spesialis pertahanan udara dalam militer.
Baca Juga: Potensi Perang dengan Rusia Menguat, NATO Siapkan Skenario Pertempuran
Menurut media tersebut, kesimpulan yang mereka dapatkan adalah bahwa "Jerman tidak akan berdaya melawan serangan Oreshnik." Bild mengutip dokumen tersebut sebagai peringatan bahwa sistem pertahanan udara Patriot buatan AS "tidak cocok untuk melawan rudal balistik jarak jauh, seperti Oreshnik."
"Mengingat kecepatan dan kemampuan manuver rudal Rusia, potensi intersepsi akan lebih merupakan serangan yang beruntung," menurut analisis Kementerian Luar Negeri.
Lihat Juga :