Intel Jerman Yakin Rusia Segera Rebut Seluruh Donbass dalam 5 Pekan

Senin, 06 Juni 2022 - 16:18 WIB
loading...
Intel Jerman Yakin Rusia...
Pasukan Rusia berada di Donbass pada 3 Juni 2022. Foto/Sputnik
A A A
BERLIN - Pasukan Rusia dapat segera merebut sisa wilayah Donbass dari pasukan Ukraina. Badan intelijen asing Jerman, BND, telah memperingatkan hal itu dalam laporan majalah Der Spiegel.

Media yang berbasis di Berlin mengutip briefing rahasia BND baru-baru ini yang mengatakan agensi tersebut, “Khawatir bahwa perlawanan Ukraina bahkan dapat dipatahkan dalam empat hingga lima pekan ke depan.”

“Analis BND telah mencatat bahwa sementara Rusia bergerak jauh lebih lambat daripada yang mereka lakukan di awal perang, mereka mampu menaklukkan bagian-bagian kecil wilayah setiap hari,” papar Der Spiegel.

Baca juga: Italia Ungkap Perang Dunia untuk Roti sedang Berlangsung

BND berpikir mungkin saja pasukan Putin dapat membawa semua Donbass di bawah kendali mereka pada Agustus.

Baca juga: Menlu Rusia Gagal Kunjungi Serbia karena 3 Negara Tutup Langitnya

Laporan itu lebih lanjut mengatakan bahwa itu membuat “perbedaan besar” pada situasi di medan perang ketika senjata Jerman yang lebih berat dikirimkan.

Baca juga: Jenderal Rusia Roman Kutuzov Tewas dalam Perang di Ukraina

Pasukan Rusia terus mendapatkan keuntungan di Donbass, menutup kota Severodonetsk dan mendorong pasukan Ukraina ke barat.

Berbicara menjelang pertemuan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Jerman Christine Lambrecht pada Jumat, Ketua parlemen Ukraina Ruslan Stefanchuk mengatakan, "Pasokan peralatan paling modern ke Ukraina dan pengambilan keputusan yang cepat tentang masalah ini akan membawa kemenangan bersama atas Rusia lebih dekat.”

Moskow telah berulang kali memperingatkan Barat agar tidak "memompa" Ukraina dengan senjata, karena itu hanya akan memperpanjang konflik.

Rusia menyerang negara tetangga itu pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.

Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved