Biodata dan Agama Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov

Jum'at, 03 Juni 2022 - 15:13 WIB
loading...
Biodata dan Agama Menteri...
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Saat Moskow mulai menyerang Ukraina, Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov menyatakan aksi militer Rusia terhadap Ukraina bertujuan mengakhiri tatanan dunia yang selama ini didominasi Amerika Serikat (AS).

Pernyataan itu diungkapkan dalam wawancara yang disiarkan secara luas oleh televisi Rusia pada 11 April 2022.

Pada 23 Mei 2022, Lavrov menyatakan Rusia memerlukan adanya peningkatan kerja sama ekonomi yang lebih baik dengan China. Hal tersebut dirasa perlu lantaran Barat menjadi lebih diktator.

Baca juga: Soal Kemustahilan Perang Nuklir, Medvedev: Mereka Selalu Salah!

Lavrov juga kerap menjadi sorotan dari kubu Rusia, selain Presiden Vladimir Putin. Sebab, dirinya sering melempar pernyataan tak biasa dan menghebohkan.

Baca juga: AS Sudah Susun Rencana Jika Terjadi Kiamat atau Perang Nuklir, Apa Saja Isinya?

Bahkan, France 24 menyebut bahwa Lavrov menjadikan wajah diplomasi Rusia tak mampu lagi dipahami.

Baca juga: Inilah Kehebatan Artileri Roket HIMARS yang Dikirim AS ke Ukraina

Sergey Lavrov adalah pria kelahiran Moskow, 21 Maret 1950. Ia menamatkan pendidikannya di Moscow State Institute of International Relations di tahun 1972.

Usai lulus, Lavrov langsung bekerja di kantor Kedubes Uni Soviet di Sri Lanka. Karier Lavrov semakin menanjak dan menduduki beberapa posisi penting lainnya.

Di antaranya, Sekretaris dan Penasihat Senior untuk Misi Soviet di PBB (1981-1988), Kepala Departemen Organisasi Internasional Kemenlu Rusia (1990-1992), Wakil Menteri Luar Negeri (1992-1994), dan Menteri Luar Negeri (sejak 2004 hingga saat ini).

Panjangnya masa jabatan Lavrov menjadikan ia sebagai salah satu anggota kabinet di Rusia yang paling lama menjabat.

Lavrov seharusnya sudah memasuki masa pensiun karena usianya yang telah menginjak 70 tahun.

Meskipun sudah tergolong berada di fase usia lanjut, namun publik Rusia dan internasional masih memadang Lavrov sebagai sosok lincah dan produktif.

Saat memberikan keterangan atau membuat sebuah kebijakan, Lavrov terkenal dengan ekspresinya yang selalu terlihat marah.

Sehingga, banyak orang menyebutnya sebagai Mr Nyet atau “Tuan Tidak”. Julukan ini sebenarnya telah lebih dahulu disematkan kepada pejabat Soviet lain yang juga keras kepala, Andrei Gromyko.

Lavrov menikahi Maria Lavrova di tahun 1971 dan dikaruniai 1 orang anak. Kehidupan pribadinya jarang terekspos, termasuk masalah keyakinan yang dianutnya.

Ia enggan membicarakannya di depan publik. Melansir France 24, Lavrov yang merupakan seorang perokok pernah mengajukan petisi mengenai tentangan terhadap larangan merokok di Gedung PBB.

Hampir tidak pernah ada kalimat humor yang keluar dari miliknya. Setidaknya, itulah kesan yang ia tonjolkan jika berada di depan umum.

Saat mendapat pertanyaan mengenai hal apa yang diperlukan untuk menjadi diplomat, Lavrov dengan tegas menjawab, seseorang harus terpelajar dan memiliki pengetahuan mumpuni, terutama dalam penguasaan sejarah.

Di sisi lain, seseorang juga harus siap mengabdikan dirinya kepada negara dan piawai melakukan negosiasi.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Iran Gempur 22 Pangkalan...
Iran Gempur 22 Pangkalan AS di Timur Tengah termasuk Hanggar Jet Tempur F-35
Rekomendasi
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Prabowo Resmikan RSUD...
Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Komitmen Ingin Memodernisasi RS dalam 3 Tahun
Prabowo Komitmen Sediakan...
Prabowo Komitmen Sediakan Obat Murah Agar Bisa Diakses Masyarakat
Berita Terkini
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved