WHO Gelar Rapat Darurat Bahas Wabah Cacar Monyet, Dunia Waspada
Sabtu, 21 Mei 2022 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
Departemen kesehatan setempat mengatakan bahwa pria itu baru-baru ini melakukan perjalanan ke Kanada.
Pihak berwenang meyakinkan publik bahwa mereka mengambil langkah-langkah untuk melacak kontak orang yang terinfeksi.
Menurut pernyataan resmi otoritas AS, “Kasus tersebut tidak menimbulkan risiko bagi publik, dan individu tersebut dirawat di rumah sakit dan dalam kondisi baik.”
Cacar monyet biasanya disebarkan hewan liar di daerah tropis tertentu di Afrika, namun, penyakit itu mampu menular dari hewan ke manusia juga.
Belum diketahui spesies mana yang merupakan reservoir alami cacar monyet, dan WHO menduga itu bisa jadi adalah hewan pengerat.
“Kontak dengan hewan hidup dan mati melalui perburuan dan konsumsi hewan buruan atau daging semak dikenal sebagai faktor risiko,” ungkap WHO memperingatkan.
Masa inkubasi bisa antara enam dan 21 hari. Penyakit ini awalnya memanifestasikan dirinya dengan gejala demam, sakit kepala, nyeri tubuh, dan kelelahan.
Pasien juga sering mengalami ruam, biasanya muncul pertama kali di wajah dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lain dan membentuk koreng.
Wabah telah terjadi secara teratur sejak tahun 1970-an di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Nigeria, tetapi biasanya tetap terbatas pada daerah-daerah tersebut.
Pada catatan yang lebih positif, virus ini tidak diketahui menyebar dengan mudah di antara orang-orang, dengan risiko terhadap masyarakat luas diyakini cukup rendah.
Pihak berwenang meyakinkan publik bahwa mereka mengambil langkah-langkah untuk melacak kontak orang yang terinfeksi.
Menurut pernyataan resmi otoritas AS, “Kasus tersebut tidak menimbulkan risiko bagi publik, dan individu tersebut dirawat di rumah sakit dan dalam kondisi baik.”
Cacar monyet biasanya disebarkan hewan liar di daerah tropis tertentu di Afrika, namun, penyakit itu mampu menular dari hewan ke manusia juga.
Belum diketahui spesies mana yang merupakan reservoir alami cacar monyet, dan WHO menduga itu bisa jadi adalah hewan pengerat.
“Kontak dengan hewan hidup dan mati melalui perburuan dan konsumsi hewan buruan atau daging semak dikenal sebagai faktor risiko,” ungkap WHO memperingatkan.
Masa inkubasi bisa antara enam dan 21 hari. Penyakit ini awalnya memanifestasikan dirinya dengan gejala demam, sakit kepala, nyeri tubuh, dan kelelahan.
Pasien juga sering mengalami ruam, biasanya muncul pertama kali di wajah dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lain dan membentuk koreng.
Wabah telah terjadi secara teratur sejak tahun 1970-an di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Nigeria, tetapi biasanya tetap terbatas pada daerah-daerah tersebut.
Pada catatan yang lebih positif, virus ini tidak diketahui menyebar dengan mudah di antara orang-orang, dengan risiko terhadap masyarakat luas diyakini cukup rendah.
(sya)
Lihat Juga :