Turki akan Boikot Latihan NATO, Ini Alasannya

Minggu, 01 Mei 2022 - 00:15 WIB
loading...
Turki akan Boikot Latihan...
NATO menggelar latihan militer. Foto/hpcigar.com
A A A
ANKARA - Turki tidak akan berpartisipasi dalam latihan NATO di tengah meningkatnya ketegangan dengan Yunani. Langkah itu diungkapkan media Turki pada Sabtu (30/4/2022), mengutip sumber keamanan.

Ankara dijadwalkan mengirim jet F-16 Fighting Falcon ke latihan tahunan “Tiger Meet”, yang akan diadakan di Pangkalan Udara Araxos di Yunani barat dari 9 Mei hingga 22 Mei.

Menurut laporan, Komando Angkatan Udara Turki menganggap kata-kata yang digunakan Yunani dalam dokumentasi teknis yang berkaitan dengan latihan itu bertentangan dengan hukum internasional dan menuntut agar itu diubah, tetapi Yunani menolak melakukannya.

Baca juga: Ini 2 Presiden di Timur Tengah Yang Dibunuh Pasukan NATO dan Sekutunya, Nomor 2 Dituduh Diktator Kejam

“Terlepas dari semua upaya perdamaian Turki, Yunani yang tidak dapat mentolerir bahkan partisipasi tetangganya dalam latihan di negaranya, menjauhkan latihan itu dari tujuan persahabatan dan interoperabilitas dan mencoba menggunakannya untuk melawan hak dan kepentingan Turki,” papar seorang sumber keamanan, seperti dikutip surat kabar Sabah.

Baca juga: Ukraina Tuding Pasukan Rusia Curi Ratusan Ribu Ton Biji-bijian

“Akibatnya, pada 22 April, Turki membuat keputusan tidak berpartisipasi dalam latihan itu dan memberi tahu negara tuan rumah tentang penarikannya,” ungkap laporan media Turki.

Baca juga: Ukraina: Rusia Gempur Donbas, Tapi Gagal Rebut Wilayah Sasaran

Sementara itu, beberapa laporan menunjukkan sebenarnya Yunani yang memutuskan tidak mengizinkan Turki berpartisipasi dalam latihan NATO sebagai pembalasan atas pelanggaran reguler wilayah udara Yunani oleh jet Turki.

Menurut laporan Voice of America, Yunani mencabut rencana partisipasi Turki dalam “Tiger Meet”, dengan mengatakan Turki "bukan sekutu, atau teman."

Pada Kamis, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Yunani menyatakan kepada duta besar Turki protes kerasnya atas, "Jumlah pelanggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah udara Yunani dan penerbangan di wilayah Yunani, termasuk di beberapa daerah berpenghuni, yang dilakukan dalam satu hari."

Pernyataan itu tidak merinci jumlah pasti pelanggaran tetapi, menurut media, 125 penerbangan tidak sah dilaporkan dalam waktu 24 jam.

Kemlu Yunani menggarisbawahi, “Tindakan ini menciptakan iklim ketegangan khusus dalam hubungan antara kedua negara, yang bertentangan dengan upaya yang dilakukan untuk memperbaiki iklim ini.”

Pihak berwenang Turki mengklaim mereka mengambil tindakan pembalasan atas pelanggaran wilayah udara Turki oleh pesawat Yunani.

Ankara mengklaim pada Kamis bahwa Athena telah melanggar wilayah udaranya “30 kali dalam tiga hari.”

Tuduhan timbal balik ini hanyalah salah satu dari beberapa poin perselisihan antara Ankara dan Athena.

Tahun lalu, Yunani menempatkan militernya dalam siaga tinggi karena eksplorasi seismik oleh Turki di wilayah Mediterania Timur, yang dianggap Athena sebagai landas kontinennya.

Pertemuan bulan lalu Perdana Menteri Yunani Kiryakos Mitsotakis dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dianggap banyak orang sebagai acara yang menjanjikan.

Namun sejak itu, Yunani dilaporkan telah menangguhkan negosiasi “membangun kepercayaan” dengan pejabat Turki, yang direncanakan pada Mei.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
AS Sebut Iran Bisa Hidup...
AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Biaya Pernikahan Jennifer...
Biaya Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Tembus Rp6 Miliar
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Berita Terkini
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved