Italia Usir 30 Diplomat Rusia Setelah Pembantaian Bucha

Selasa, 05 April 2022 - 22:49 WIB
loading...
Italia Usir 30 Diplomat...
Italia usia 30 diplomat Rusia setelah pembantaian Bucha, Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
ROMA - Italia mengumumkan mengusir lebih dari dua lusin diplomat Rusia , menjadikannya bergabung dengan daftar negara yang membalas secara diplomatis tindakan Rusia yang mereka katakan merupakan kejahatan perang .

Keputusan Italia untuk mengusir 30 diplomat Rusia dengan alasan ancaman keamanan, mengikuti Denmark dan Swedia, masing-masing menanggapi pembantaian Bucha dengan mengusir puluhan diplomat pada Senin dan hari ini, Selasa (5/4/2022).

"Kami telah mengusir 30 diplomat Rusia karena alasan keamanan nasional," kata Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio.



"Langkah tersebut sesuai dengan mitra Eropa dan Atlantik lainnya dan diperlukan untuk alasan yang terkait dengan keamanan nasional kami dan dalam konteks krisis saat ini yang disebabkan oleh agresi yang tidak dapat dibenarkan terhadap Ukraina dari pihak Federasi Rusia," lanjut Di Maio seperti dilansir dari Washington Examiner.

Barat telah mengobarkan perang diplomatik terhadap Rusia dalam upaya untuk mencegah konflik militer. Sejak tentara Presiden Rusia Vladimir Putin menginvasi Ukraina pada Februari, negara-negara di Uni Eropa telah mengusir lebih dari 230 diplomat.

Denmark mengatakan pihaknya mengusir 15 "petugas intelijen" karena memata-matai, meskipun Menteri Luar Negeri Jeppe Kofod mengatakan negara itu ingin menjaga hubungan diplomatik tetap terbuka dengan Rusia, memungkinkan duta besar Rusia dan anggota kedutaan lainnya untuk tetap berada di negara itu.

Swedia mengumumkan pengusiran tiga diplomat Moskow karena melakukan “operasi ilegal”, mengklaim bahwa para diplomat itu “tidak bekerja di Swedia sesuai dengan Konvensi Wina tentang hubungan diplomatik.”

Awal pekan ini, Spanyol juga mengatakan akan mengusir sekitar 25 diplomat dan staf kedutaan Rusia, dengan mengatakan mereka mewakili "ancaman bagi kepentingan dan keamanan negara kita," dan Prancis serta Jerman masing-masing telah mengusir lebih dari 35 diplomat Rusia.

Baca juga: Jerman dan Prancis Usir Puluhan Diplomat Rusia

Kremlin mengatakan pengusiran itu “berpandangan sempit” dan mengisyaratkan akan membalasnya.

“Mempersempit peluang untuk komunikasi diplomatik dalam lingkungan krisis yang sulit yang belum pernah terjadi sebelumnya adalah langkah picik yang akan semakin memperumit komunikasi kita, yang diperlukan untuk menemukan solusi,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Baca juga: Barat Usir Diplomat Rusia Besar-besaran, Begini Reaksi Moskow

Ketegangan internasional membara setelah pembantaian Bucha di mana ratusan mayat ditemukan dijejalkan ke selokan dan kuburan dangkal di pinggiran kota Kiev akhir pekan lalu.

Rusia mengklaim bahwa Ukraina menanam mayat di jalan-jalan, tetapi para pemimpin Barat menolak klaim itu, dengan Uni Eropa mengumumkan penyelidikan atas "kejahatan keji."

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menolak permintaan Rusia pada hari Senin untuk bertemu dan membahas klaim "provokasi oleh radikal Ukraina" di pinggiran kota, dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan selama tur di Bucha bahwa "sangat sulit untuk berbicara ketika Anda melihat apa yang telah mereka lakukan di sini."

Baca juga: Zelensky akan Pidato di Dewan Keamanan PBB, Tuntut Sanksi Baru Rusia
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Blunder Kiper, Meksiko...
Blunder Kiper, Meksiko Tundukkan Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Komentator Resmi Piala...
Komentator Resmi Piala Dunia 2026 Diinvestigasi usai Laga Timnas Iran vs Selandia Baru
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
Berita Terkini
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
Infografis
Diskon Tarif Tol Lebaran...
Diskon Tarif Tol Lebaran 2026 Sampai 30%, Cek Tanggal Berlakunya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved