Zelensky akan Pidato di Dewan Keamanan PBB, Tuntut Sanksi Baru Rusia

Selasa, 05 April 2022 - 18:56 WIB
loading...
Zelensky akan Pidato...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunjungi kota Bucha. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan berpidato di Dewan Keamanan PBB pada Selasa (5/4/2022). Dia diperkirakan akan menuntut sanksi baru yang keras terhadap Moskow atas pembunuhan di kota Bucha yang dia sebut sebagai "kejahatan perang" dan "genosida."

Pidato tersebut adalah yang pertama dilakukan Zelensky di Dewan Keamanan PBB sejak invasi Rusia. Langkah ini setelah dia melakukan perjalanan emosional ke Bucha, di mana puluhan mayat ditemukan setelah penarikan pasukan Rusia.

Gambar mengerikan mayat-mayat tergeletak di jalan-jalan, beberapa orang dengan tangan terikat di belakang mereka, telah memicu kecaman internasional terhadap Rusia.

Baca juga: Swedia: Warga yang Bertempur di Ukraina Bisa Jadi Ancaman Saat Pulang

Moskow telah membantah bertanggung jawab dan menyebut gambar itu palsu atau kematian terjadi setelah pasukan Rusia ditarik keluar dari daerah tersebut.

Baca juga: Medvedev Kecam Provokasi Bucha dan Propaganda Rumah Sakit Mariupol

Tetapi foto-foto satelit yang baru dirilis yang diambil Maxar Technologies pada pertengahan Maret, sebelum penarikan Rusia, menunjukkan apa yang tampak seperti mayat di beberapa tempat yang sama mereka kemudian ditemukan pasukan Ukraina dan dilihat wartawan.

Baca juga: Zelensky Bela Neo-Nazi Batalion Azov: Mereka Membela Ukraina

Pada Senin, dengan mengenakan pelindung tubuh dan tampak tertekan, Zelensky menghabiskan setengah jam di Bucha, di mana dia menyalahkan pasukan Rusia atas pembunuhan tersebut.

“Ini adalah kejahatan perang dan akan diakui oleh dunia sebagai genosida,” tegas dia, dilansir Arab News.

Kemudian dalam pidato malamnya, dia mengatakan, “Tanggapan sanksi terhadap pembantaian warga sipil oleh Rusia akhirnya harus kuat.”

"Tapi ... apakah ratusan orang kita harus mati dalam penderitaan agar beberapa pemimpin Eropa akhirnya mengerti bahwa negara Rusia layak mendapat tekanan paling parah?" tanyanya dalam video yang diposting ke Telegram.

Dia juga menyerukan senjata tambahan dari sekutu Barat, mengatakan lebih banyak peralatan bisa menyelamatkan ribuan orang.

"Saya tidak menyalahkan Anda, saya hanya menyalahkan militer Rusia. Tapi kamu bisa saja membantu," ujar dia

Sekutu Ukraina menyebut pembunuhan di Bucha sebagai kejahatan perang, dengan Uni Eropa (UE) menawarkan mengirim penyelidik untuk mengumpulkan bukti.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa harus ada "pengadilan kejahatan perang."

Dia menambahkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin "adalah penjahat perang."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
EJAE Curi Perhatian...
EJAE Curi Perhatian di Pembukaan Piala Dunia 2026, Bawakan Lagu Resmi FIFA dalam Bahasa Korea
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
Comeback Dramatis, Korea...
Comeback Dramatis, Korea Selatan Tekuk Republik Ceko 2-1
Berita Terkini
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved