Jerman dan Prancis Usir Puluhan Diplomat Rusia
Selasa, 05 April 2022 - 06:05 WIB
loading...
Jerman dan Prancis Usir Puluhan Diplomat Rusia. FOTO/Reuters
A
A
A
BERLIN - Pemerintah Jerman menyatakan 40 diplomat Rusia sebagai "orang yang tidak diinginkan", tegas Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, tindakan yang sama saja dengan pengusiran dari negara itu.
Pengumuman yang dikeluarkan pada Senin (4/4/2022) itu mengikuti langkah serupa yang diambil oleh sejumlah negara Eropa dalam beberapa hari terakhir sebagai reaksi terhadap invasi Rusia di Ukraina. Tak lama setelah pengumuman Jerman, Prancis juga menyatakan akan mengusir 35 diplomat Rusia.
Baca: Menlu Rusia Minta Para Pemimpin Barat Periksa Hati Nurani
Menurut Baerbock, kebijakan yang diambil Jerman merupakan tanggapan terhadap “kebrutalan yang luar biasa” yang telah dilakukan Rusia di Ukraina. Sebelumnya, Rusia baru saja mendapat kritik global atas tuduhan bahwa pasukan Moskow melakukan pembantaian di Bucha, sebuah kota dekat Kiev.
“Gambar-gambar dari Bucha berbicara tentang kebrutalan yang luar biasa oleh para pemimpin Rusia dan oleh mereka yang mengikuti propagandanya dengan keinginan tak terbatas untuk memusnahkan,” kata Baerbock, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Baerbock menggambarkan kehadiran para diplomat Rusia "sebagai ancaman" bagi lebih dari 300.000 orang Ukraina "yang telah mencari perlindungan di sini" sejak invasi dimulai. "Kami tidak akan lagi menoleransi itu, kami mengkomunikasikan itu kepada Duta Besar Rusia sore ini," katanya.
Baca: Zelensky: Pasukan Rusia Pembunuh, Penyiksa, Pemerkosa, dan Penjarah!
Pengumuman yang dikeluarkan pada Senin (4/4/2022) itu mengikuti langkah serupa yang diambil oleh sejumlah negara Eropa dalam beberapa hari terakhir sebagai reaksi terhadap invasi Rusia di Ukraina. Tak lama setelah pengumuman Jerman, Prancis juga menyatakan akan mengusir 35 diplomat Rusia.
Baca: Menlu Rusia Minta Para Pemimpin Barat Periksa Hati Nurani
Menurut Baerbock, kebijakan yang diambil Jerman merupakan tanggapan terhadap “kebrutalan yang luar biasa” yang telah dilakukan Rusia di Ukraina. Sebelumnya, Rusia baru saja mendapat kritik global atas tuduhan bahwa pasukan Moskow melakukan pembantaian di Bucha, sebuah kota dekat Kiev.
“Gambar-gambar dari Bucha berbicara tentang kebrutalan yang luar biasa oleh para pemimpin Rusia dan oleh mereka yang mengikuti propagandanya dengan keinginan tak terbatas untuk memusnahkan,” kata Baerbock, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Baerbock menggambarkan kehadiran para diplomat Rusia "sebagai ancaman" bagi lebih dari 300.000 orang Ukraina "yang telah mencari perlindungan di sini" sejak invasi dimulai. "Kami tidak akan lagi menoleransi itu, kami mengkomunikasikan itu kepada Duta Besar Rusia sore ini," katanya.
Baca: Zelensky: Pasukan Rusia Pembunuh, Penyiksa, Pemerkosa, dan Penjarah!
Lihat Juga :