Khawatir Perang Nuklir, Rumania Bagi Pil Anti-Radiasi pada Warga Sipil
Senin, 04 April 2022 - 22:38 WIB
loading...
A
A
A
Rusia menempatkan senjata nuklirnya dalam siaga tinggi beberapa hari setelah meluncurkan operasi militernya di Ukraina.
Moskow menyebut "pernyataan agresif" yang dibuat NATO dan sanksi keuangan yang keras yang dijatuhkan pada Moskow oleh Barat.
Moskow menyerang tetangganya pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Rusia atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.
Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis telah dirancang untuk mengatur status wilayah-wilayah tersebut di dalam negara Ukraina.
Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan telah membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali wilayah pemberontak dengan paksa.
Moskow menyebut "pernyataan agresif" yang dibuat NATO dan sanksi keuangan yang keras yang dijatuhkan pada Moskow oleh Barat.
Moskow menyerang tetangganya pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Rusia atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.
Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis telah dirancang untuk mengatur status wilayah-wilayah tersebut di dalam negara Ukraina.
Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan telah membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali wilayah pemberontak dengan paksa.
(sya)
Lihat Juga :