Khawatir Perang Nuklir, Rumania Bagi Pil Anti-Radiasi pada Warga Sipil

Senin, 04 April 2022 - 22:38 WIB
loading...
Khawatir Perang Nuklir,...
Pil potasium yodium dibagikan pada semua penduduk, hingga usia 40 tahun, termasuk bayi di Rumania. Foto/REUTERS
A A A
BUCHAREST - Kementerian Kesehatan Rumania telah mengumumkan pembagian pil potasium yodium kepada semua penduduk, hingga usia 40 tahun, termasuk bayi.

Negara anggota Uni Eropa (UE) itu bergabung Finlandia, Bulgaria, Belgia dan beberapa negara lain yang juga telah menyediakan obat-obatan tersebut kepada penduduk mereka di tengah serangan Rusia di Ukraina.

Kampanye untuk mengajari warga tentang cara menyimpan dan mengelola tablet anti-radiasi itu akan dimulai di negara itu pekan ini.

Baca juga: Pemimpin Chechnya Kadyrov Posting Video Penyerbuan Mariupol

Pil itu dapat membantu mengurangi dampak radiasi pada sistem tubuh manusia. Ancaman perang nuklir tampaknya menjadi alasan keputusan pemerintah itu.

Baca juga: Rusia Tuntut Pertemuan Dewan Keamanan PBB Bahas Situasi di Bucha

“Distribusi tablet akan dimulai pada paruh kedua April setelah prosedur hukum yang relevan ditetapkan,” ungkap pernyataan Kementerian Kesehatan Rumania.

Baca juga: Rusia Hancurkan 3 Helikopter Ukraina dalam Serangan di Luar Nikolayev

Para pejabat tidak menyebutkan alasan pemindahan tersebut, tetapi menunjukkan bahwa “saat ini, tidak ada bahaya yang mengharuskan penggunaan pil-pil ini.”

Rumania berbagi perbatasan sepanjang 614 kilometer dengan Ukraina yang mengoperasikan empat pembangkit listrik tenaga nuklir.

Setelah konflik Ukraina, Uni Eropa mendesak negara-negara anggotanya menimbun pil yodium yang dengan cepat menjadi produk yang langka.

Obat-obatan lain terkait dengan radiasi juga telah disebutkan UE untuk ditimbun bersama pakaian pelindung nuklir.

Brussels juga mengatakan pihaknya meningkatkan persiapan untuk menghadapi kemungkinan serangan kimia atau biologi.

Pada awal Maret, kebakaran di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporozhskaya Ukraina, yang telah direbut pasukan Rusia, menjadi berita utama internasional.

Api dengan cepat dipadamkan, dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan, "Tidak ada dampak kritis pada keselamatan di fasilitas itu.”

Moskow juga menunjukkan mereka telah menggagalkan upaya, yang disebut radikal Ukraina, untuk memotong pasokan listrik ke bekas pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl yang menjadi lokasi bencana nuklir paling dahsyat di dunia pada 1986.

Rusia menempatkan senjata nuklirnya dalam siaga tinggi beberapa hari setelah meluncurkan operasi militernya di Ukraina.

Moskow menyebut "pernyataan agresif" yang dibuat NATO dan sanksi keuangan yang keras yang dijatuhkan pada Moskow oleh Barat.

Moskow menyerang tetangganya pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Rusia atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis telah dirancang untuk mengatur status wilayah-wilayah tersebut di dalam negara Ukraina.

Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan telah membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali wilayah pemberontak dengan paksa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
AS Tak Akan Usik Program...
AS Tak Akan Usik Program Rudal Balistik Iran dalam Perundingan
Rekomendasi
Lisa BLACKPINK Akui...
Lisa BLACKPINK Akui Sering Patah Hati, Rumor Putus dari Frederic Arnault Makin Menguat
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Bidik Rekor Sempurna
IPOT Edukasi Transformasi...
IPOT Edukasi Transformasi AI dan Literasi Finansial ke Generasi Muda eSports
Berita Terkini
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Infografis
Mengapa Taiwan Khawatir...
Mengapa Taiwan Khawatir akan Diinvasi China pada 2027?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved