Jepang Desak India Kecam Rusia

Minggu, 20 Maret 2022 - 21:53 WIB
loading...
Jepang Desak India Kecam...
Perdana Menteri India Narendra Modi menjamu mitranya dari Jepang Fumio Kishida di New Delhi pada hari Sabtu (19/3/2022). Foto/Russia Today
A A A
NEW DELHI - Perdana Menteri India Narendra Modi menjamu mitranya dari Jepang Fumio Kishida di New Delhi pada hari Sabtu (19/3/2022), di mana kedua pemimpin membahas urusan bilateral dan keamanan internasional. India terus menolak tekanan untuk secara terbuka mengutuk Rusia atas tindakan militernya di Ukraina .

“Kami bertukar pandangan panjang lebar dalam kelompok kecil hari ini secara mendalam tentang situasi di Ukraina,” kata Kishida pada konferensi pers bersama dengan Modi.

“Invasi Rusia ke Ukraina adalah insiden besar yang mengguncang esensi tatanan internasional. Kita harus menanggapi dengan keras dan tegas," sambungnya.



“Kami mengkonfirmasi setiap perubahan sepihak terhadap status quo dengan kekerasan tidak dapat dimaafkan di wilayah mana pun, dan perlu untuk mencari penyelesaian sengketa secara damai berdasarkan hukum internasional,” tambah Kishida, saat dia berdiri di samping Modi seperti dilansir dari Russia Today, Minggu (20/3/2022).

Namun, Perdana Menteri India menahan diri untuk tidak menangani krisis Ukraina secara langsung, hanya mengatakan bahwa “peristiwa geopolitik menimbulkan tantangan baru.”

Dia malah berbicara tentang penguatan lebih lanjut kemitraan India-Jepang untuk mendorong perdamaian, kemakmuran dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik serta di tingkat global.

Baca juga: Komandan Pasukan Terjun Payung Rusia yang Ditakuti Tewas dalam Perang Ukraina

Sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah pembicaraan itu menyuarakan keprihatinan serius tentang konflik yang sedang berlangsung dan krisis kemanusiaan di Ukraina, serta mendesak penghentian segera kekerasan tanpa mengecam Rusia.

India telah mendapat tekanan Barat yang meningkat untuk menjauhkan diri dari Moskow dan memutuskan hubungan ekonominya, setelah memilih abstain dari resolusi Majelis Umum PBB yang mengutuk aksi militer Rusia di Ukraina. India memilih untuk tetap netral bersama China, Pakistan, Afrika Selatan, dan 30 negara lain.

India juga menghadapi kritik karena membeli minyak Rusia, yang tersedia dengan harga diskon saat beberapa negara menghindarinya karena takut akan sanksi dari Amerika Serikat (AS). Pemerintah India, bagaimanapun, dilaporkan telah mengadopsi pendekatan pragmatis dan "menjelajahi semua kemungkinan" untuk memastikan keamanan energi negara itu sendiri.

Baca juga: 6 Negara yang Tuduh Putin Penjahat Perang di Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan "operasi militer khusus" di Ukraina pada 24 Februari, dengan tujuan yang dinyatakan untuk "demiliterisasi dan denazifikasi" pemerintah negara itu.

Putin juga ingin memastikan bahwa aspirasi keanggotaan NATO Ukraina tidak lagi menjadi ancaman bagi Rusia atau republik Donbass yang baru diakui, yang telah menderita tujuh tahun pengepungan oleh pasukan Kiev.

AS dan sekutunya menuduh Rusia telah memulai invasi "tanpa alasan" untuk menduduki Ukraina.

Baca juga: Slovakia Siap Kirim Sistem Rudal S-300 ke Ukraina, Rusia: Itu Target Sah!
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Menlu Iran kepada AS:...
Menlu Iran kepada AS: Pergi dari Wilayah Kami jika Anda Ingin Selamat!
Rekomendasi
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Bluray Cargo, Respons Nagita Slavina Jadi Sorotan
Berita Terkini
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved