Surat Terbuka Online Desak Presiden China Xi Jinping Mundur

Sabtu, 28 Desember 2024 - 10:14 WIB
loading...
Surat Terbuka Online...
Sebuah surat terbuka online mendesak Presiden China Xi Jinping mundur. Foto/Xinhua/via DW
A A A
JAKARTA - Sejak Xi Jinping memasuki masa jabatan ketiganya sebagai Presiden China, situasi politik dan ekonomi di negara tersebut telah jatuh ke dalam krisis parah. Suara-suara yang menentang Xi, baik di dalam Partai Komunis China (CCP) maupun publik, terus berkembang, dan berbagai sektor menunggu Xi menghadapi kejatuhannya.

Baru-baru ini, sebuah surat terbuka yang menuntut Xi mengundurkan diri dari jabatannya di partai, pemerintahan, dan kepemimpinan militer—bersama dengan petisi untuk tanda tangan—muncul secara daring dan menarik perhatian luas.

Pada 17 Desember, komentator independen Kai Xingun mengunggah di platform luar negeri bahwa dia telah menerima email tertanggal 16 Desember. Dilihat dari gaya penulisannya, tampaknya itu adalah surat bersama yang ditulis seseorang dari dalam sistem. Surat itu menyoroti berbagai informasi dan menyajikan kritik yang terarah terhadap tindakan Xi.

Baca Juga: Wanita China Ini Hilang Hampir 4 Tahun setelah Coret Poster Presiden Xi Jinping

Surat itu, yang berjudul "Resolusi dan Petisi agar Xi Jinping Mundur dari Partai, Pemerintah, dan Kepemimpinan Militernya” mencantumkan 28 poin ketidakmampuan Xi selama masa kepemimpinannya.

“Xi Jinping telah menunjukkan banyak masalah dan kelemahan serius sejak memangku jabatan pimpinan CCP, pemerintahan, dan militer, yang mengakibatkan kerugian besar bagi negara, rakyat, dan partai,” berikut penggalan dari surat tersebut, seperti dikutip dari The Singapore Post, Sabtu (28/12/2024).

Kebijakan sayap kiri ekstrem Xi telah terlalu menekankan kepemilikan publik dan memperluas perusahaan milik negara dengan mengorbankan sektor swasta. Hal ini telah mengganggu persaingan pasar yang adil, menekan bisnis swasta seperti Tencent dan Alibaba, dan melakukan intervensi berlebihan dalam perekonomian. Akibatnya, antusiasme investasi telah memudar, menyebabkan ekonomi mandek dan sangat menurun vitalitasnya.

Tata Kelola yang Tidak Efektif


Pendekatan Xi dalam memerintah kurang melakukan investigasi atau analisis mendalam terhadap masalah, sebaliknya memilih solusi yang tergesa-gesa dan sederhana yang telah merusak banyak industri seperti real estate, pendidikan, keuangan, dan platform daring. Kontrolnya yang berat sebelah, tidak rasional, dan berlebihan telah menghancurkan sektor-sektor ini, yang menyebabkan penutupan atau kebangkrutan banyak bisnis.

Xi Jinping telah membuang-buang dana publik untuk proyek-proyek besar seperti Kawasan Baru Xiongan dan Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI), mengabaikan efektivitas atau biayanya. Hal ini menunjukkan ketidakpedulian terhadap perjuangan rakyat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Blak-blakan, Walkot...
Blak-blakan, Walkot New York Mamdani Sebut AS Bertanggung Jawab atas Genosida Gaza
Rekomendasi
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Anang Hermansyah Sempat...
Anang Hermansyah Sempat Ragu Ashanty Berhijab, Kini Beri Dukungan Penuh
Pramono Ungkap Alphard...
Pramono Ungkap Alphard Penerobos Lampu Merah di Bundaran HI Pakai Pelat Palsu
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
Presiden Turki Erdogan...
Presiden Turki Erdogan Desak Umat Islam Bersatu Melawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved