Ukraina Kecam Langkah Tak Bersahabat Israel terhadap Warganya

Rabu, 16 Maret 2022 - 07:40 WIB
loading...
Ukraina Kecam Langkah...
Demonstran membawa bendera saat protes mengecam invasi Rusia di luar kedutaan besar Rusia di Tel Aviv, 24 Februari 2022. Foto/Tomer Neuberg/Flash90
A A A
KIEV - Ukraina akan menanggapi "dengan keras dan segera" untuk setiap gerakan tidak bersahabat dari berbagai pihak. Kiev menyebut keputusan Israel menangguhkan rezim bebas visa dan menuntut izin elektronik dari warga Ukraina yang ingin memasuki negara itu sebagai langkah tak bersahabat.

Pernyataan itu diungkapkan Kepala Staf Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Andrey Yermak, pada Selasa (15/3/2022).

Andrey Yermak berterima kasih kepada Israel atas upaya perdamaiannya, tetapi mengatakan keputusan Tel Aviv membatasi masuknya pengungsi “mengejutkan.”

Baca juga: Inggris Akan Minta Arab Saudi Kutuk Invasi Rusia terhadap Ukraina

Dia menegaskan, “Kiev akan menanggapi setiap langkah yang merugikan kepentingan Ukraina dan rakyat Ukraina."

Baca juga: Kecewa NATO Lemah, Ukraina Ingin Bersekutu dengan Negara Bersenjata Nuklir

“Saya akan mengingatkan semua mitra kami: rakyat Anda telah lama dan jelas menunjukkan dan mengatakan apa yang perlu Anda lakukan. Lihat dan dengar konstituen Anda. Mereka membuat pilihan mereka. Mereka mendukung Ukraina. Mereka bersama kita. Dan kau?" ungkap Yermak menulis di Facebook, dalam bahasa Ukraina.

Baca juga: Pembalasan Berlanjut, Rusia Sanksi 300 Orang Kanada Termasuk PM Trudeau

Komentar Yermak muncul setelah Tel Aviv mengumumkan warga Ukraina yang mengunjungi negara itu perlu menyatakan jika mereka mendapat undangan dari warga negara Israel dan menunggu izin untuk masuk.

Pada Minggu, Menteri Dalam Negeri Ayelet Shaked mengatakan setiap warga Ukraina dengan teman dan keluarga di Israel akan diizinkan masuk sebagai pengungsi sampai akhir konflik, tetapi hanya sejumlah kecil dari mereka yang tidak memiliki hubungan dengan negara tersebut yang akan diterima.

Interfax-Ukraina melaporkan pada Selasa bahwa negara tersebut sedang mempertimbangkan membatalkan pengaturan bebas visa dengan Israel, dengan alasan Tel Aviv telah mengingkari kesepakatannya.

Namun, sumber klaim ini adalah seorang pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya di Kiev.

Sementara orang Yahudi Ukraina memenuhi syarat untuk berimigrasi ke Israel sesuai Hukum Kepulangan negara itu, orang non-Yahudi tidak, dan karena itu tidak memenuhi syarat untuk perawatan kesehatan universal dan tunjangan Israel lainnya, menurut Jerusalem Post.

Pengungsi Ukraina saat ini dikeluarkan visa turis tiga bulan, yang tidak memungkinkan mereka untuk bekerja.

Lebih dari dua juta orang Ukraina dilaporkan telah meninggalkan negara itu selama tiga pekan terakhir, setelah Rusia mengirim pasukannya untuk melakukan demiliterisasi dan “denazifikasi” pemerintah di Kiev, dengan alasan konflik tujuh tahun atas republik Donbass yang memisahkan diri.

Ukraina menuduh Rusia melakukan serangan yang tidak beralasan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Meski Terus Digempur...
Meski Terus Digempur Israel, Sekjen Hizbullah Tegaskan Seluruh Anggota Siap Mati!
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved