Pembalasan Berlanjut, Rusia Sanksi 300 Orang Kanada Termasuk PM Trudeau
Rabu, 16 Maret 2022 - 02:42 WIB
loading...
Perdana Menteri Justin Trudeau dan ratusan orang Kanada dijatuhi sanksi oleh Rusia sebagai aksi balasan. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Rusia menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 300 orang Kanada , termasuk Perdana Menteri (PM) Justin Trudeau.
Ini adalah pembalasan lanjutan dari Moskow setelah sebelumnya menjatuhkan sanksi terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan belasan anak buahnya.
Sanksi terhadap ratusan orang Kanada diumumkan Kementerian Luar Negeri Rusia pada Selasa waktu Moskow. Menurut kementeriaan tersebut, ini adalah pembalasan serupa atas apa yang telah Ottawa kepada Moskow.
Kementerian itu mengatakan permusuhan dari rezim Kanada saat ini sudah keterlaluan.
Selain PM Trudeau, menteri luar negeri dan menteri pertahanan nasional, dan sebagian besar deputi House of Commons dari Parlemen Kanada masuk dalam daftar hitam Rusia.
Baca juga: Balas Dendam, Rusia Hajar Presiden AS Joe Biden dengan Sanksi!
Mereka yang terkena sanksi dilarang masuk ke wilayah Federasi Rusia. “Elemen pro-Bandera yang agresif di Kanada juga dilarang," bunyi pengumuman kementerian tersebut, merujuk pada kolaborator Nazi era Perang Dunia II Ukraina, Stepan Bandera.
Ini adalah pembalasan lanjutan dari Moskow setelah sebelumnya menjatuhkan sanksi terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan belasan anak buahnya.
Sanksi terhadap ratusan orang Kanada diumumkan Kementerian Luar Negeri Rusia pada Selasa waktu Moskow. Menurut kementeriaan tersebut, ini adalah pembalasan serupa atas apa yang telah Ottawa kepada Moskow.
Kementerian itu mengatakan permusuhan dari rezim Kanada saat ini sudah keterlaluan.
Selain PM Trudeau, menteri luar negeri dan menteri pertahanan nasional, dan sebagian besar deputi House of Commons dari Parlemen Kanada masuk dalam daftar hitam Rusia.
Baca juga: Balas Dendam, Rusia Hajar Presiden AS Joe Biden dengan Sanksi!
Mereka yang terkena sanksi dilarang masuk ke wilayah Federasi Rusia. “Elemen pro-Bandera yang agresif di Kanada juga dilarang," bunyi pengumuman kementerian tersebut, merujuk pada kolaborator Nazi era Perang Dunia II Ukraina, Stepan Bandera.
Lihat Juga :