Inggris Akan Minta Arab Saudi Kutuk Invasi Rusia terhadap Ukraina
Rabu, 16 Maret 2022 - 06:01 WIB
loading...
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan meminta Arab Saudi mengutuk invasi Rusia terhadap Ukraina. Foto/REUTERS
A
A
A
LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson akan meminta Arab Saudi untuk mengutuk invasi Rusia terhadap Ukraina dalam pembicaraan akhir pekan ini. Demikian disampaikan juru bicara Johnson.
Ditanya apakah Johnson akan meminta Arab Saudi untuk mengutuk tindakan Putin di Ukraina, juru bicara itu mengatakan: "Tentu saja."
"Kami tentu ingin memperluas koalisi melawan tindakan Putin," kata juru bicara itu kepada wartawan tanpa disebutkan namanya, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (16/3/2022).
Sementara itu, Johnson pada hari Selasa meminta Barat untuk mengakhiri "kecanduannya" pada energi Rusia, yang menurutnya memungkinkan Presiden Vladimir Putin untuk "memeras" dunia.
Baca juga: Balas Dendam, Rusia Hajar Presiden AS Joe Biden dengan Sanksi
"Para pemimpin Barat membuat kesalahan besar ketika mereka membiarkan Putin melepaskan diri dari pencaplokan Crimea oleh Moskow pada tahun 2014 dan menjadi lebih bergantung pada energi Rusia," tulis Johnson dalam artikelnya di Daily Telegraph.
"Akibatnya, ketika dia (Putin) akhirnya datang untuk meluncurkan perang ganasnya di Ukraina, dia tahu dunia akan merasa sangat sulit untuk menghukumnya," lanjut Johnson.
Ditanya apakah Johnson akan meminta Arab Saudi untuk mengutuk tindakan Putin di Ukraina, juru bicara itu mengatakan: "Tentu saja."
"Kami tentu ingin memperluas koalisi melawan tindakan Putin," kata juru bicara itu kepada wartawan tanpa disebutkan namanya, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (16/3/2022).
Sementara itu, Johnson pada hari Selasa meminta Barat untuk mengakhiri "kecanduannya" pada energi Rusia, yang menurutnya memungkinkan Presiden Vladimir Putin untuk "memeras" dunia.
Baca juga: Balas Dendam, Rusia Hajar Presiden AS Joe Biden dengan Sanksi
"Para pemimpin Barat membuat kesalahan besar ketika mereka membiarkan Putin melepaskan diri dari pencaplokan Crimea oleh Moskow pada tahun 2014 dan menjadi lebih bergantung pada energi Rusia," tulis Johnson dalam artikelnya di Daily Telegraph.
"Akibatnya, ketika dia (Putin) akhirnya datang untuk meluncurkan perang ganasnya di Ukraina, dia tahu dunia akan merasa sangat sulit untuk menghukumnya," lanjut Johnson.
Lihat Juga :