Intelijen Barat: China Minta Rusia Tunda Invasi Hingga Olimpiade Selesai
Kamis, 03 Maret 2022 - 15:06 WIB
loading...
A
A
A
"Para pejabat Amerika dan Eropa mengatakan mereka merasa sulit untuk percaya bahwa hanya kebetulan bahwa invasi Putin tidak dimulai sampai tepat setelah Olimpiade. Pada Agustus 2008, Rusia menginvasi Georgia selama Olimpiade Musim Panas di Beijing, yang membuat marah beberapa pejabat China," tulis New York Times.
Sebelumnya Presiden Vladimir Putin bertemu dengan Presiden Xi Jinping dari China di Beijing pada 4 Februari sebelum upacara pembukaan Olimpiade.
Baca juga: 498 Prajurit Rusia Tewas dan 2.870 Tentara Ukraina Gugur dalam Perang
Kemudian pada saat itu Moskow dan Beijing mengeluarkan pernyataan 5.000 kata yang menyatakan bahwa kemitraan mereka “tidak memiliki batas,” mencela ekspansi NATO dan menegaskan bahwa mereka akan membangun tatanan global baru dengan “demokrasi” sejati.
Informasi intelijen tentang pertukaran antara pejabat China dan Rusia dirahasiakan. Informasi itu dikumpulkan oleh dinas intelijen Barat dan dianggap kredibel oleh para pejabat. Pejabat senior di AS dan pemerintah sekutu menyebarkannya saat mereka membahas kapan Putin mungkin menyerang Ukraina.
Namun, badan intelijen yang berbeda memiliki interpretasi yang berbeda-beda, dan tidak jelas seberapa luas informasi tersebut dibagikan.
Sebelumnya Presiden Vladimir Putin bertemu dengan Presiden Xi Jinping dari China di Beijing pada 4 Februari sebelum upacara pembukaan Olimpiade.
Baca juga: 498 Prajurit Rusia Tewas dan 2.870 Tentara Ukraina Gugur dalam Perang
Kemudian pada saat itu Moskow dan Beijing mengeluarkan pernyataan 5.000 kata yang menyatakan bahwa kemitraan mereka “tidak memiliki batas,” mencela ekspansi NATO dan menegaskan bahwa mereka akan membangun tatanan global baru dengan “demokrasi” sejati.
Informasi intelijen tentang pertukaran antara pejabat China dan Rusia dirahasiakan. Informasi itu dikumpulkan oleh dinas intelijen Barat dan dianggap kredibel oleh para pejabat. Pejabat senior di AS dan pemerintah sekutu menyebarkannya saat mereka membahas kapan Putin mungkin menyerang Ukraina.
Namun, badan intelijen yang berbeda memiliki interpretasi yang berbeda-beda, dan tidak jelas seberapa luas informasi tersebut dibagikan.
Lihat Juga :