Intelijen Barat: China Minta Rusia Tunda Invasi Hingga Olimpiade Selesai
Kamis, 03 Maret 2022 - 15:06 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Arti Simbol Misterius Huruf Z pada Tank dan Kendaraan Militer Rusia di Ukraina
Seorang pejabat yang akrab dengan intelijen mengatakan materi itu tidak selalu menunjukkan percakapan tentang invasi yang terjadi antara Xi Jinping dan Putin. Sedangkan pejabat lain yang diberi pengarahan tentang intelijen menolak memberikan rincian lebih lanjut. Para pejabat yang berbicara tentang laporan itu mengungkapkannya dengan syarat anonim karena sensitivitas intelijen.
Namun saat laporan ini dikonfirmasi, pihak Kedutaan Besar China di Washington membantahnya dengan tegas.
“Klaim-klaim ini adalah spekulasi tanpa dasar apa pun, dan dimaksudkan untuk menyalahkan dan mencoreng China,” kata juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, Liu Pengyu, ketika ditanya melalui email apakah pejabat China telah mendesak pejabat Rusia untuk menunda invasi ke Ukraina sampai setelah Olimpiade.
Sedangkan Departemen Luar Negeri AS, CIA dan Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar seperti dilansir dari Reuters.
Baca juga: Hillary Clinton Samakan Ukraina dengan Afghanistan, Saat AS Beri Senjata Mujahidin
Seorang pejabat yang akrab dengan intelijen mengatakan materi itu tidak selalu menunjukkan percakapan tentang invasi yang terjadi antara Xi Jinping dan Putin. Sedangkan pejabat lain yang diberi pengarahan tentang intelijen menolak memberikan rincian lebih lanjut. Para pejabat yang berbicara tentang laporan itu mengungkapkannya dengan syarat anonim karena sensitivitas intelijen.
Namun saat laporan ini dikonfirmasi, pihak Kedutaan Besar China di Washington membantahnya dengan tegas.
“Klaim-klaim ini adalah spekulasi tanpa dasar apa pun, dan dimaksudkan untuk menyalahkan dan mencoreng China,” kata juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, Liu Pengyu, ketika ditanya melalui email apakah pejabat China telah mendesak pejabat Rusia untuk menunda invasi ke Ukraina sampai setelah Olimpiade.
Sedangkan Departemen Luar Negeri AS, CIA dan Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar seperti dilansir dari Reuters.
Baca juga: Hillary Clinton Samakan Ukraina dengan Afghanistan, Saat AS Beri Senjata Mujahidin
(ian)
Lihat Juga :