Aksi Putin Tidak Dapat Dukungan dari Dewan Keamanan PBB

Rabu, 23 Februari 2022 - 01:01 WIB
loading...
Aksi Putin Tidak Dapat...
Kebijakan Presiden Rusia Vladimir Putin di Ukraina timur mendapat penolakan dari Dewan Keamanan PBB. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
NEW YORK - Presiden Rusia Vladimir Putin tidak mendapatkan dukungan dari anggota Dewan Keamanan (DK) PBB pada pertemuan darurat pada Senin malam atas tindakannya membawa separatis di Ukraina timur di bawah kendali Moskow.

Amerika Serikat (AS) menyebut langkahnya sebagai dalih untuk invasi lebih lanjut, banyak anggota DK PBB mengutuk pelanggarannya terhadap integritas teritorial Ukraina , dan bahkan sekutu dekat China mendesak diplomasi dan solusi damai.

Ukraina menyerukan pertemuan yang langka pada Senin malam bersama dengan AS, lima negara Eropa dan Meksiko untuk mengutuk tindakan Putin yang mengakui kemerdekaan wilayah separatis Luhansk dan Donetsk, yang dilanda perang selama delapan tahun, dan memerintahkan militernya untuk "menjaga perdamaian" di sana.

Rusia kebetulan memegang jabatan presiden bergilir Dewan Keamanan bulan ini dan ingin pertemuan itu tertutup, tetapi para diplomat mengatakan mereka menyetujui sesi terbuka di bawah tekanan kuat dari Barat dan anggota lainnya.

Dubes AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, menolak pengumuman Putin “sebagai omong kosong” bahwa pasukan Rusia akan berada di daerah separatis yang dikenal sebagai Donbas sebagai penjaga perdamaian. Ia mengatakan kehadiran mereka jelas menjadi dasar bagi upaya Rusia untuk menciptakan dalih untuk invasi lebih lanjut ke Ukraina.



Dia mengatakan dia memberi dunia pilihan, dan itu "tidak boleh berpaling."

"Sejarah memberi tahu kita bahwa melihat ke arah lain dalam menghadapi permusuhan seperti itu akan menjadi jalan yang jauh lebih mahal," ujarnya

"Putin sedang menguji untuk melihat seberapa jauh dia dapat mendorong kita semua, dan semua negara harus membela kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah Ukraina dan semua negara," kata Thomas-Greenfield seperti dikutip dari AP,Rabu(22/2/2022).

Duta Besar Prancis untuk PBB Nicolas De Riviere mengatakan Rusia memilih jalan tantangan dan konfrontasi, terlepas dari upaya tanpa henti untuk mengurangi eskalasi selama beberapa minggu dan hari terakhir, termasuk oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz.

"Kami akan melanjutkan upaya ini dan meminta Rusia untuk mencocokkan kata-katanya dengan tindakan ketika mengklaim mendukung dialog dan membatalkan keputusan untuk mengakui entitas separatis," ujarnya.

Duta Besar Inggris untuk PBB Barbara Woodward mengatakan ada laporan tentang pasukan dan tank Rusia sekarang memasuki Donetsk dan Luhansk.

Baca juga: Rusia Akui Wilayah Perbatasan Dua Republik Donbass Sesuai Deklarasi 2014
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Rusia Intensifkan Serangan,...
Rusia Intensifkan Serangan, Sekjen NATO Justru Berkunjung ke Ukraina
Gagal Minta Pertanggungjawaban...
Gagal Minta Pertanggungjawaban Israel, Iran Kecam Dewan Keamanan PBB
Blok Rusia Tekan Armenia:...
Blok Rusia Tekan Armenia: Pilih Tetap Jadi Sekutu atau Hengkang ke Uni Eropa!
Rusia Ngamuk Bombardir...
Rusia Ngamuk Bombardir Ukraina, 10 Orang Tewas, Lebih dari 100 Terluka
Putin Ragu Drone Rusia...
Putin Ragu Drone Rusia Serang Negara NATO, Presiden Rumania Sodorkan Bukti
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Rusia Bombardir Ukraina...
Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, Tewaskan Setidaknya 11 Orang
Iran Serang Bandara...
Iran Serang Bandara Internasional Kuwait Sebabkan Korban, Penerbangan Dihentikan
Rekomendasi
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Segel Mobil Mewah
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Berita Terkini
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
Infografis
Rencana AS Keluar dari...
Rencana AS Keluar dari NATO dan PBB Didukung Elon Musk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved