China Paksa Warga yang Memiliki Berat Badan di Bawah 50 Kg untuk Tetap Di rumah, Ada Apa Gerangan?

Minggu, 13 April 2025 - 21:50 WIB
loading...
China Paksa Warga yang...
China paksa warga yang memiliki berat badan di bawah 50 kg untuk tetap di rumah. Foto/X/@tongbingxue
A A A
BEIJING - China telah mendesak penduduk di wilayah utara negara itu yang beratnya kurang dari 50 kg untuk tetap di dalam rumah. Pemerintah memperingatkan bahwa mereka dapat “mudah tertiup angin” saat angin kencang melanda wilayah tersebut.

Badan cuaca negara itu telah mengeluarkan lima peringatan untuk akhir pekan ini, yang meliputi angin, hujan, salju, dan badai petir, dengan hembusan mencapai level 13; Kekuatan angin diukur pada skala satu hingga 17.

Menurut Badan Meteorologi Tiongkok, angin level 11 dapat menyebabkan "kerusakan serius," sementara angin level 12 membawa "kehancuran ekstrem."

Peringatan angin level oranye – yang tertinggi kedua dalam sistem empat tingkat China – dikeluarkan di ibu kota pada hari Jumat untuk pertama kalinya dalam satu dekade.

Badai, yang dipicu oleh pusaran dingin yang bergerak ke selatan dari Mongolia, membawa hembusan hingga 150 km/jam di Beijing, Tianjin, dan sebagian Hebei. Pihak berwenang memperingatkan bahwa angin cukup kuat untuk mencabut pohon dengan batang berdiameter hingga 30 cm.

Baca Juga: Iran dan AS di Ambang Perang Nuklir

Untuk meminimalkan kerusakan, taman kota ditutup dan pohon-pohon tua dipangkas atau diperkuat. Meskipun ada tindakan ini, hampir 300 pohon telah tumbang, merusak beberapa kendaraan. Tidak ada korban luka yang dilaporkan. Para pejabat juga menyarankan 22 juta penduduk Beijing untuk menghindari perjalanan yang tidak penting.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
Makin Brutal, Israel...
Makin Brutal, Israel Bakar Rumah-rumah Warga di Tepi Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved