Kritikus Sebut Partai PM Modi Mencari Suara di Balik Kontroversi Larangan Jilbab

Jum'at, 18 Februari 2022 - 19:09 WIB
loading...
A A A
Muzaffar Assadi, seorang analis politik yang mengajar di Universitas Mysore Karnataka, mengatakan masalah jilbab menargetkan pemuda yang akan berusia 18 tahun dan memenuhi syarat untuk memilih pada waktunya untuk pemilihan negara bagian tahun depan dan pemilihan nasional, yang dijadwalkan pada 2024.

“Mereka adalah pemilih potensial, jadi Anda hanya mengungkit masalah, membuat irisan dan akhirnya Anda memiliki basis untuk pemilihan berikutnya,” terang Assadi.

Baca juga: AS: Larangan Hijab di India Langgar Kebebasan Beragama

Muslim India mengatakan kontroversi jilbab adalah contoh lain dari marginalisasi mereka sejak Modi pertama kali menjabat pada tahun 2014 dengan platform pemerintahan yang baik dan identitas Hindu yang kuat.

Modi telah mempertahankan catatannya dan mengatakan kebijakan ekonomi serta sosialnya menguntungkan semua orang India.

Analis dan pemimpin oposisi mengatakan lingkungan politik yang rusak di Karnataka dapat mengurangi daya tarik Bengaluru sebagai tujuan favorit bagi para migran dan ekspatriat.

"Karnataka adalah negara bagian yang sangat beragam dan orang-orang telah hidup di sini dalam harmoni untuk waktu yang lama," kata Abdul Majeed, kepala negara bagian dari Partai Sosial Demokrat India yang sebagian besar berjuang untuk tujuan Muslim.

"Tetapi politik elektoral mengancam kerukunan komunal dari hari ke hari. Di era media sosial ini, semua orang menyaksikan apa yang terjadi di Karnataka," ujarnya.

Baca juga: Muskaan Khan, Muslimah India yang Jadi Wajah Perlawanan Larangan Jilbab
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Heboh Bendera Saudi...
Heboh Bendera Saudi Tak Diletakkan di Atas Rumput Selama Laga Piala Dunia, Kenapa?
Rekomendasi
Sinetron Tobat Jatuh...
Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Siap Ulang Kesuksesan 'Dunia Terbalik'
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Berita Terkini
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Infografis
Israel akan Copot Pengeras...
Israel akan Copot Pengeras Suara untuk Azan di Masjid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved