Mengapa Perebutan Masjid Shahi Jama Jadi Bentrokan Mematikan di India?

Kamis, 28 November 2024 - 12:06 WIB
loading...
Mengapa Perebutan Masjid...
Perebutan Masjid Shahi Jama di India menjadi bentrokan mematikan. Foto/X/aslahtweets
A A A
NEW DELHI - Ketika Nayeem Ahmad, 35, meninggalkan toko permennya pada Minggu pagi untuk membeli minyak goreng, adik laki-lakinya, Tasleem, tidak tahu bahwa ketegangan antaragama sedang memanas di Sambhal, kampung halaman mereka di negara bagian Uttar Pradesh di India utara.

Dalam beberapa menit, Tasleem menerima panggilan telepon yang tidak akan pernah dilupakannya: "Kakak laki-laki saya ditembak mati oleh polisi di siang hari."

Protes pecah di Sambhal pada Minggu pagi setelah pengadilan setempat memerintahkan survei arkeologi masjid abad ke-16, Masjid Shahi Jama, berdasarkan petisi yang mengklaim bahwa sebuah kuil Hindu pernah berdiri di tempatnya.

Di tengah bentrokan dengan polisi, setidaknya lima orang tewas karena luka tembak. Keluarga korban dan pengunjuk rasa lainnya menuduh polisi menembak mati mereka. Polisi, pada gilirannya, mengatakan "para penjahat melepaskan tembakan" dan mereka "sedang menyelidiki sumber tembakan".

Setelah kekerasan tersebut, otoritas distrik memutus internet, memerintahkan penutupan sekolah, dan melarang masuknya orang luar karena pasar tetap tutup di tengah tindakan keras polisi dan situasi seperti jam malam, kata penduduk setempat kepada Al Jazeera.

Jadi, apa yang memicu protes di Uttar Pradesh, negara bagian terbesar di India; seberapa unik klaim tentang sebuah masjid yang dibangun di atas sebuah kuil, dan mengapa beberapa pengacara senior menyalahkan pengadilan tinggi negara itu atas semua ini?

Mengapa Perebutan Masjid Shahi Jama Jadi Bentrokan Mematikan di India?

1. Nasionalis Hindu Klaim Masjid Shahi Jama Dibangun di Atas Kuil

Selama tiga tahun terakhir, kelompok dan aktivis nasionalis Hindu telah membanjiri pengadilan India dengan petisi di beberapa negara bagian, yang menuduh bahwa situs keagamaan Muslim dibangun di atas kuil Hindu yang dihancurkan.

Pada 19 November, pengadilan setempat di Sambhal mendengarkan salah satu petisi tersebut, yang mengklaim bahwa Kuil Harihar diubah menjadi masjid pada tahun 1529, yang memohon agar Survei Arkeologi India (ASI) "mengelola dan memiliki kendali penuh" atas situs tersebut.

Pengadilan memerintahkan survei terhadap lokasi masjid, yang dilakukan pada hari yang sama. Namun, tim tersebut kembali untuk kunjungan kedua pada dini hari Minggu pagi, dan "berita tersebut dengan cepat menyebarkan kepanikan di seluruh kota", Mashood Ali Farooqui, seorang advokat yang menjadi bagian dari tim survei, mengatakan kepada Al Jazeera.

"Informasi yang salah menyebar dengan cepat bahwa tim survei sedang menggali di dalam masjid, dan itu memicu kerumunan yang berkumpul di sekitar masjid," katanya. Dia seraya menambahkan bahwa dari pengalamannya, "kami tidak menemukan bukti yang tidak pada tempatnya atau bertentangan".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Berita Terkini
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved