Jika Perang Pecah, Ini Jenderal Paling Top di Rusia dan Ukraina

Senin, 14 Februari 2022 - 21:54 WIB
loading...
Jika Perang Pecah, Ini...
Jenderal Angkatan Darat Valery Gerasimov dari Rusia (kiri) dan Letnan Jenderal Serhiy Shaptala dari Ukraina (kanan). Foto/wikipedia
A A A
MOSKOW - Kemungkinan perang pecah antara Rusia dan Ukraina semakin mengkhawatirkan. Provokasi para politisi dan media Barat bahwa Rusia akan segera menyerang Ukraina kian kencang.

Rusia berulang kali menyangkal tuduhan Barat bahwa Moskow hendak menyerang Ukraina. Meski demikian, Moskow terus memperkuat perbatasan negaranya dengan pasukan dan persenjataan militer.

Jika perang pecah antara Rusia dan Ukraina, inilah jenderal paling top di Rusia dan Ukraina yang akan memimpin perang tersebut.

1. Jenderal Angkatan Darat Valery Gerasimov dari Rusia

Jenderal Angkatan Darat Valery Gerasimov adalah Kepala Staf Umum dan perwira tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia. Dia juga perwira militer berseragam paling senior.

Jika Perang Pecah, Ini Jenderal Paling Top di Rusia dan Ukraina


Dia ditunjuk langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin yang merupakan Panglima Tertinggi. Posisi yang dia pegang itu berasal dari periode Kekaisaran Rusia.

Baca juga: Takut Diserbu Rusia, Ukraina Bisa Batalkan Rencana Gabung NATO

Sebagai perwira militer berpangkat tertinggi, dia melapor langsung pada Menteri Pertahanan Rusia dan kadang-kadang langsung pada Presiden Rusia.

Baca juga: Makin Genting, Rusia Siap Tembaki Kapal Asing yang Masuk Perairannya

Jabatan itu dia pegang untuk waktu yang tanpa batas, atau sesuai keinginan Presiden Rusia yang sedang menjabat.

Secara historis, jabatan itu diciptakan pada 9 Agustus 1812. Adapun Gerasimov memegang posisi itu sejak 10 Juni 1992 hingga sekarang.

2. Letnan Jenderal Serhiy Shaptala dari Ukraina

Letnan Jenderal Serhiy Shaptala adalah Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina. Dia ditunjuk langsung oleh Presiden Ukraina.

Jika Perang Pecah, Ini Jenderal Paling Top di Rusia dan Ukraina


Jika Menteri Pertahanan Ukraina adalah warga sipil, Kepala Staf Umum menjadi panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Ukraina.

Sebelumnya Kepala Staf Umum juga merangkap sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, posisi kedua setelah Panglima Tertinggi.

Pada 28 Maret 2020, dekrit Presiden Volodymyr Zelensky membagi jabatan Panglima Tertinggi dan Kepala Staf Umum.

Perlu diketahui, Kantor Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina dibuat setelah reorganisasi Distrik Militer Soviet Kiev ketika pemimpinnya, Kolonel Jenderal Viktor Chechevatov, menerima tawaran untuk diangkat ke jabatan tersebut, tapi dia menolak berjanji setia kepada rakyat Ukraina.

Awalnya dikenal sebagai Kepala Markas Besar dan ditunjuk sebagai Deputi Pertama Menteri Pertahanan.

Pada 1996, kantor itu diubah menjadi Kepala Staf Umum. Pada 2002 sebagai bagian dari reformasi militer, pos tersebut dipisahkan dari pegawai negeri dan kehilangan fungsi deputi menterinya.

Pada 2005 Kepala Staf Umum dikukuhkan kembali sebagai panglima utama Angkatan Bersenjata di negara tersebut dan diberikan jabatan paralel Panglima Tertinggi.

Pada 2020 reorganisasi lain terjadi sebagai bagian dari reformasi militer yang sedang berlangsung yang dipicu agresi Rusia dan jabatan Panglima dipecah menjadi pos terpisah.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Tanggapi Surat Terbuka,...
Tanggapi Surat Terbuka, Putin Tolak Bertemu Empat Mata dengan Zelensky
Nah, AS Tiba-Tiba Cabut...
Nah, AS Tiba-Tiba Cabut Jatah Kuota Tiket untuk Suporter Iran di Piala Dunia
Rekomendasi
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Lewis Hamilton Ubah...
Lewis Hamilton Ubah Segalanya F1 dengan Budaya Lowrider
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Berita Terkini
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved