AS: Diplomasi Masih Terbuka untuk Akhiri Kebuntuan Ukraina dengan Rusia
Minggu, 13 Februari 2022 - 23:53 WIB
loading...
Ilustrasi
A
A
A
DONETSK - Amerika Serikat (AS) menyatakan jalur diplomatik tetap terbuka untuk mengakhiri kebuntuan dengan Moskow mengenai Ukraina . Namun, AS mengatakan risiko tindakan militer Rusia cukup tinggi, karenanya AS menarik staf kedutaan keluar dari Kiev.
"Jalan diplomatik tetap terbuka. Cara Moskow menunjukkan bahwa mereka ingin menempuh jalan itu sederhana. Itu harus dikurangi, daripada meningkat," kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken setelah pertemuannya dengan rekan-rekan dari Jepang dan Korea Selatan di kepulauan Pasifik AS di Hawaii.
Baca: Di Ambang Perang, AS Evakuasi Diplomat dan Pasukan dari Ukraina
Washington memerintahkan sebagian besar staf kedutaannya pada hari Sabtu untuk segera meninggalkan Ukraina karena ancaman invasi. Sebelumnya, AS menyatakan bahwa militer Rusia, yang memiliki lebih dari 100.000 tentara berkumpul di dekat Ukraina, dapat menyerang setiap saat.
"Kami memerintahkan keberangkatan sebagian besar orang Amerika yang masih berada di kedutaan AS di Kiev. Risiko aksi militer Rusia cukup tinggi dan ancamannya cukup dekat sehingga ini adalah hal yang bijaksana untuk dilakukan," kata Blinken, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (13/2/2022).
Moskow, yang telah berulang kali membantah tuduhan Barat soal kemungkinan invasi ke Ukraina. Rusia mengatakan pihaknya menanggapi agresi oleh sekutu NATO sebagai "histeria".
Baca: Bahas Ancaman Rudal Korut, AS-Jepang-Korsel Bertemu di Hawaii
"Jalan diplomatik tetap terbuka. Cara Moskow menunjukkan bahwa mereka ingin menempuh jalan itu sederhana. Itu harus dikurangi, daripada meningkat," kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken setelah pertemuannya dengan rekan-rekan dari Jepang dan Korea Selatan di kepulauan Pasifik AS di Hawaii.
Baca: Di Ambang Perang, AS Evakuasi Diplomat dan Pasukan dari Ukraina
Washington memerintahkan sebagian besar staf kedutaannya pada hari Sabtu untuk segera meninggalkan Ukraina karena ancaman invasi. Sebelumnya, AS menyatakan bahwa militer Rusia, yang memiliki lebih dari 100.000 tentara berkumpul di dekat Ukraina, dapat menyerang setiap saat.
"Kami memerintahkan keberangkatan sebagian besar orang Amerika yang masih berada di kedutaan AS di Kiev. Risiko aksi militer Rusia cukup tinggi dan ancamannya cukup dekat sehingga ini adalah hal yang bijaksana untuk dilakukan," kata Blinken, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (13/2/2022).
Moskow, yang telah berulang kali membantah tuduhan Barat soal kemungkinan invasi ke Ukraina. Rusia mengatakan pihaknya menanggapi agresi oleh sekutu NATO sebagai "histeria".
Baca: Bahas Ancaman Rudal Korut, AS-Jepang-Korsel Bertemu di Hawaii
Lihat Juga :