Rudal-rudal Rusia Dikirim ke Belarusia, Termasuk S-400 Triumph

Minggu, 23 Januari 2022 - 06:01 WIB
loading...
Rudal-rudal Rusia Dikirim...
Dua divisi dari kompleks rudal S-400 ‘Triumph’ dikirim ke Belarusia. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Rusia memindahkan dua divisi sistem pertahanan udara S-400 Triumph yang dirancang untuk menjatuhkan pesawat tempur musuh, ke negara tetangga Belarusia.

Pengiriman rudal ini untuk mengambil bagian dalam latihan militer, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia pada Jumat (21/1/2022).

“Dua divisi dari kompleks rudal S-400 ‘Triumph’ permukaan-ke-udara … telah menyelesaikan perjalanan mereka ke stasiun pemuatan di Khabarovsk Krai, di Timur Jauh Rusia. Roket sekarang akan diangkut di sepanjang jalur kereta api ke Belarusia,” ungkap Kemhan Rusia.

Baca juga: AS Segera Berikan 5 Helikopter Buatan Rusia ke Ukraina

Menurut laporan itu, begitu rudal tiba di lokasi latihan militer, pasukan Rusia akan memperkuat posisinya sebagai bagian dari pelatihan pertahanan.

Baca juga: Hamster Dibantai Pemerintah Hong Kong, Pengkritik Protes dengan NFT

Pengembangan sistem S-400 dimulai pada akhir 1980-an, dan rudal mulai beroperasi pada 2007. Rusia juga telah menjualnya ke negara-negara lain termasuk China dan Turki.

Baca juga: Ditelepon PM Kamboja, Jokowi Sampaikan 5 Hal soal Myanmar

Pada November, para pejabat Rusia mengumumkan roket-roket itu dikirim ke India.

Analis internasional telah menggambarkan S-400 sebagai “bisa dibilang sistem rudal permukaan-ke-udara strategis terbaik yang beroperasi saat ini.”

Penjualan sistem rudal Rusia itu telah ditolak secara agresif oleh Amerika Serikat (AS).

Moskow sebelumnya telah mengumumkan bahwa tentaranya akan melakukan latihan bersama dengan pasukan Belarusia pada Februari, sebagai bagian dari pemeriksaan kemampuan kedua negara untuk mengoordinasikan aksi militer bersama.

Mereka akan mengadakan latihan Union Resolve dari 10-20 Februari. “Sebelum itu, kedua militer akan berlatih penempatan kembali pasukan dan membentuk gugus tugas dalam waktu singkat ke arah yang berbahaya,” papar Oleg Voinov, pejabat senior militer Belarusia.

Voinov juga menyatakan salah satu tujuan dari latihan tersebut adalah untuk berlatih “memperkuat perbatasan negara.”

Pekan ini, Departemen Luar Negeri AS memperingatkan latihan yang akan datang bisa menjadi tanda bahwa Rusia sedang merencanakan invasi ke Ukraina.

Seorang pejabat mengatakan, “Kami sangat waspada terhadap semua yang dilakukan Rusia. Fakta bahwa kita melihat pergerakan pasukan ke Belarusia jelas memberi Rusia pendekatan lain jika mereka memutuskan mengambil tindakan militer lebih lanjut terhadap Ukraina.”

Kremlin telah membantah bahwa mereka memiliki niat untuk menyerang negara tetangganya itu.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Survei: Semakin Banyak...
Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran
Rekomendasi
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved