PBB Prihatin Peningkatan Ujaran Kebencian di Bosnia-Herzegovina dan Serbia

Sabtu, 15 Januari 2022 - 22:10 WIB
loading...
PBB Prihatin Peningkatan...
PBB prihatin peningkatan ujaran kebencian di Bosnia-Herzegovina dan Serbia.
A A A
JENEWA - PBB mengaku "sangat prihatin" dengan insiden baru-baru ini di Bosnia-Herzegovina dan di Serbia yang melihat orang-orang mengagungkan kejahatan perang dan menghukum penjahat perang. Menurut PBB, ini memicu kecemasan dan ketegangan di masyarakat.

Liz Throssell, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan pada konferensi pers PBB, Jumat (14/1/2022), bahwa insiden tersebut menargetkan komunitas tertentu dengan ujaran kebencian. Dan, dalam beberapa kasus, secara langsung memicu kekerasan.

Baca: Penyebab Pecahnya Perang Bosnia Serbia yang Tewaskan 100 Ribu Jiwa

“Tindakan ini, yang terjadi di tengah hari raya keagamaan akhir pekan lalu, termasuk sekelompok besar orang yang meneriakkan nama terpidana perang Ratko Mladic selama prosesi obor atau menyanyikan lagu-lagu nasionalis,” kata pejabat PBB itu, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Throssell mengatakan, lagu-lagu itu menyerukan pengambilalihan beberapa lokasi di bekas Yugoslavia, dan dalam satu insiden orang-orang melepaskan tembakan ke udara saat mereka melewati sebuah masjid.

Tindakan tersebut terjadi di beberapa lokasi di entitas Republika Srpska Bosnia dan Herzegovina, termasuk Bijeljina, Prijedor, Foca, Gacko, Visegrad, serta di Distrik Brcko, dan Priboj dan Novi Pazar di Serbia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Menjelajah Batavia Lama,...
Menjelajah Batavia Lama, Jejak Bung Karno hingga Charlie Chaplin di Kota Tua Jakarta
Gempa Magnitudo 6,8...
Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Pulau Tahuna Sulut
Blusukan ke Lampung,...
Blusukan ke Lampung, Jokowi: Saya Hadir untuk PSI
Berita Terkini
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved