Perang Panas Trump dan Iran Bisa Picu Kiamat Inflasi?
Selasa, 01 April 2025 - 16:30 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump. Foto/tasnim
A
A
A
WASHINGTON - Pendekatan ala ultimatum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk meninjau kembali perundingan nuklir dengan Iran memicu eskalasi ketegangan baru.
Hal itu terjadi dengan latar belakang tarif dan perang dagang Presiden AS dengan Eropa, China, dan negara-negara lain.
“Pembalasan Iran terhadap serangan militer AS dapat memutus jalur minyak seperti Selat Hormuz dan Bab al-Mandeb di Laut Merah, melumpuhkan pasokan dunia,” ungkap pakar energi Dr Mamdouh G Salameh kepada Sputnik.
"Hal ini akan segera berdampak pada 20 juta barel minyak per hari dan 77 juta ton LNG Qatar yang melewati Selat Hormuz," ujar ekonom minyak internasional tersebut.
Harga minyak mentah Brent awalnya dapat melonjak hingga USD110-USD115 per barel.
Hal itu terjadi dengan latar belakang tarif dan perang dagang Presiden AS dengan Eropa, China, dan negara-negara lain.
“Pembalasan Iran terhadap serangan militer AS dapat memutus jalur minyak seperti Selat Hormuz dan Bab al-Mandeb di Laut Merah, melumpuhkan pasokan dunia,” ungkap pakar energi Dr Mamdouh G Salameh kepada Sputnik.
"Hal ini akan segera berdampak pada 20 juta barel minyak per hari dan 77 juta ton LNG Qatar yang melewati Selat Hormuz," ujar ekonom minyak internasional tersebut.
Harga minyak mentah Brent awalnya dapat melonjak hingga USD110-USD115 per barel.
Lihat Juga :