AS Kutuk Pembantaian Warga Sipil oleh Militer Myanmar

Rabu, 29 Desember 2021 - 05:41 WIB
loading...
A A A
Baca juga: PBB Ngeri dengan Sadisnya Militer Myanmar Bantai dan Bakar 35 Orang

Ashling menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan pertemuan sesegera mungkin guna menetapkan langkah-langkah untuk menegakkan akuntabilitas atas serangan itu, dan menyuarakan kembali seruan untuk embargo senjata, termasuk fokus pada pembatasan serangan udara, serta pertemuan oleh Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara untuk mendorong penghentian kekerasan di Myanmar.

“Langkah-langkah ini sangat diperlukan untuk melindungi anak-anak dan pekerja bantuan kemanusiaan,” lanjut Ashling.

“Organisasi kami dalam keadaan berduka untuk dua kolega tercinta yang tak tergantikan yang kematiannya merupakan kehilangan bagi anak-anak Kayah dan Myanmar,” ia menambahkan.

Militer Myanmar telah melembagakan tindakan keras brutal terhadap masyarakat sipil sejak mengambil alih kekuasaan pada Februari, dengan penahanan para pemimpin serta mereka yang melakukan penentangan politik, dan laporan tentang penyiksaan serta pembantaian.

AS telah memberlakukan lusinan sanksi terhadap pejabat militer, keluarga dan entitas mereka yang menguntungkan militer dalam upaya untuk mengatasi pelanggaran hak asasi manusia, tindakan keras terhadap lembaga-lembaga demokrasi dan kampanye kekerasan serta pembantaian terhadap orang-orang Myanmar, termasuk anak-anak dan orang-orang dari kelompok etnis minoritas.

Baca juga: Sadisnya Militer Myanmar, Habisi Lebih dari 30 Orang lalu Dibakar
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Perang Lawan Iran Semakin...
Perang Lawan Iran Semakin Panas! AS Minta Warganya di Seluruh Dunia Waspada
Rekomendasi
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved