Hamdok Diisukan Bersiap Mengundurkan Diri dari Kursi PM Sudan
Rabu, 22 Desember 2021 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Pada akhir pekan lalu, ratusan ribu orang berbaris di istana kepresidenan menolak keputusan Hamdok untuk kembali, yang dia katakan dia ambil untuk mempertahankan keuntungan yang dibuat selama transisi dan untuk mengakhiri pertumpahan darah. Sekitar 47 orang tewas dalam tindakan keras terhadap protes terhadap pemerintahan militer, termasuk dua orang akibat protes hari Sabtu.
Baca: Kembali Duduki Kursi PM, Hamdok Janjikan Jalan Menuju Demokrasi
Pada November, Hamdok telah mengatakan bahwa dia akan mengajukan pengunduran dirinya jika rakyat Sudan melihat bahwa perjanjian politik, yang ditandatangani di Khartoum dengan pemimpin kudeta Jenderal Abdelfattah El Burhan, tidak melayani kepentingan mereka.
Kesepakatan tersebut menghasilkan pemulihan kembali Hamdok – yang telah menjadi tahanan rumah sejak kudeta – dan mengembalikan negara ke transisi demokrasi menurut Dokumen Konstitusi. Perjanjian tersebut juga menetapkan pembebasan semua tahanan politik, penyelidikan atas peristiwa yang terjadi selama demonstrasi, termasuk cedera dan kematian di antara warga sipil dan tentara, dan untuk membawa mereka yang terlibat ke pengadilan.
"Jika orang-orang Sudan berpikir bahwa perjanjian itu tidak memenuhi kepentingan mereka, saya akan mengajukan pengunduran diri saya," tegas Hamdok kala itu.
Baca: Kembali Duduki Kursi PM, Hamdok Janjikan Jalan Menuju Demokrasi
Pada November, Hamdok telah mengatakan bahwa dia akan mengajukan pengunduran dirinya jika rakyat Sudan melihat bahwa perjanjian politik, yang ditandatangani di Khartoum dengan pemimpin kudeta Jenderal Abdelfattah El Burhan, tidak melayani kepentingan mereka.
Kesepakatan tersebut menghasilkan pemulihan kembali Hamdok – yang telah menjadi tahanan rumah sejak kudeta – dan mengembalikan negara ke transisi demokrasi menurut Dokumen Konstitusi. Perjanjian tersebut juga menetapkan pembebasan semua tahanan politik, penyelidikan atas peristiwa yang terjadi selama demonstrasi, termasuk cedera dan kematian di antara warga sipil dan tentara, dan untuk membawa mereka yang terlibat ke pengadilan.
"Jika orang-orang Sudan berpikir bahwa perjanjian itu tidak memenuhi kepentingan mereka, saya akan mengajukan pengunduran diri saya," tegas Hamdok kala itu.
(esn)
Lihat Juga :