Hamdok Diisukan Bersiap Mengundurkan Diri dari Kursi PM Sudan

Rabu, 22 Desember 2021 - 20:20 WIB
loading...
Hamdok Diisukan Bersiap...
Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok. FOTO/Reuters
A A A
KHARTOUM - Perdana Menteri Sudan , Abdalla Hamdok telah mengatakan kepada sekelompok tokoh politik dan intelektual nasional, bahwa ia bermaksud untuk mengundurkan diri dalam beberapa jam mendatang. Demikian diungkapkan sumber yang dekat dengan Hamdok kepada Reuters, Selasa (21/12/2021).

Sumber yang dekat dengan Hamdok mengatakan, sebelumnya dia mengaku hanya akan tetap menjabat jika memiliki dukungan politik dan jika perjanjian itu ditegakkan. Hamdok juga telah meminta militer untuk membebaskan tahanan politik, melindungi kebebasan berekspresi dan mengizinkannya untuk secara independen menunjuk kabinet baru.

Baca: Militer Sudan Setuju Kembalikan Abdalla Hamdok ke Kursi PM

Dalam sebuah pernyataan selama akhir pekan, Hamdok mengatakan Sudan sedang menuju "jurang". Ia menyalahkan ketegaran politik dan kurangnya konsensus pada kesepakatan politik baru. Kelompok pendukung Hamdok mengaku telah meminta dia untuk tetap di posisinya, tetapi Hamdok bersikeras tetap akan mundur, sumber tersebut menambahkan.

Hamdok dipulihkan pada 21 November menyusul kudeta sebulan sebelumnya yang membuat militer mengambil alih kekuasaan dan mengakhiri kemitraan transisi dengan partai politik. Sementara beberapa kekuatan politik mengambil bagian dalam penyusunan perjanjian, telah menghadapi kritik luas dari partai dan masyarakat umum.

Pada akhir pekan lalu, ratusan ribu orang berbaris di istana kepresidenan menolak keputusan Hamdok untuk kembali, yang dia katakan dia ambil untuk mempertahankan keuntungan yang dibuat selama transisi dan untuk mengakhiri pertumpahan darah. Sekitar 47 orang tewas dalam tindakan keras terhadap protes terhadap pemerintahan militer, termasuk dua orang akibat protes hari Sabtu.

Baca: Kembali Duduki Kursi PM, Hamdok Janjikan Jalan Menuju Demokrasi

Pada November, Hamdok telah mengatakan bahwa dia akan mengajukan pengunduran dirinya jika rakyat Sudan melihat bahwa perjanjian politik, yang ditandatangani di Khartoum dengan pemimpin kudeta Jenderal Abdelfattah El Burhan, tidak melayani kepentingan mereka.

Kesepakatan tersebut menghasilkan pemulihan kembali Hamdok – yang telah menjadi tahanan rumah sejak kudeta – dan mengembalikan negara ke transisi demokrasi menurut Dokumen Konstitusi. Perjanjian tersebut juga menetapkan pembebasan semua tahanan politik, penyelidikan atas peristiwa yang terjadi selama demonstrasi, termasuk cedera dan kematian di antara warga sipil dan tentara, dan untuk membawa mereka yang terlibat ke pengadilan.

"Jika orang-orang Sudan berpikir bahwa perjanjian itu tidak memenuhi kepentingan mereka, saya akan mengajukan pengunduran diri saya," tegas Hamdok kala itu.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Krisis Politik Guncang...
Krisis Politik Guncang Inggris, PM Keir Starmer Dilaporkan Bakal Mundur
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
UEA Bayar Tentara Bayaran...
UEA Bayar Tentara Bayaran Kolombia untuk Membantu Militan Sudan Bunuh Warga Sipil
Siapa Rumen Radev? Mantan...
Siapa Rumen Radev? Mantan Pilot Jet Tempur yang Berpotensi Jadi PM Bulgaria
China Isi Kekosongan...
China Isi Kekosongan Militer di Benua Afrika, Penjualan Senjata Melonjak
Arsenal Juara Liga Primer,...
Arsenal Juara Liga Primer, Pep Guardiola hingga PM Inggris Ucapkan Selamat
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Terungkap! Pemimpin...
Terungkap! Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Ikut Susun Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved