Australia Nyatakan Perang Terhadap Troll dan Akun Anonim

Minggu, 28 November 2021 - 18:35 WIB
loading...
Australia Nyatakan Perang...
Australia nyatakan perang terhadap troll dan akun anonim. Foto/Ilustrasi
A A A
CANBERRA - Pemerintah Australia akan memperkenalkan undang-undang baru yang memaksa perusahaan media sosial untuk membuka kedok pengguna akun anonim yang memposting komentar ofensif. Jika menolak, maka perusahaan media sosial akan dikenakan denda atas pencemaran nama baik.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan, rencana undang-undang baru ini berusaha untuk mendefinisikan raksasa media sosial sebagai penerbit, membuat mereka bertanggung jawab atas konten yang dibuat pengguna di platform mereka. Undang-undang ini juga akan memperkenalkan mekanisme khusus di mana siapa pun dapat mengajukan keluhan dan menuntut penghapusan postingan jika mereka merasa sedang difitnah, diganggu atau dilecehkan.

"Dunia online seharusnya tidak menjadi dunia barat yang liar di mana bot dan fanatisme serta trolls dan lainnya secara anonim berkeliaran dan dapat membahayakan orang," kata Morrison selama konferensi pers yang disiarkan televisi seperti dilansir dari Russia Today, Minggu (28/11/2021).

Baca juga: Viral, Wanita Ini Berlutut Memohon Pria yang Tergila-gila Berhenti Melamarnya

Jika sebuah platform menolak untuk menghapus konten yang menyinggung, pengadilan dapat memerintahkannya untuk mengungkapkan identitas pemberi komentar anonim. Jika perusahaan kembali menolak atau tidak dapat mengidentifikasi troll maka perusahaan tersebut pada akhirnya akan bertanggung jawab dan harus membayar denda yang diakibatkannya.

"Kebebasan berbicara tidak memberi izin untuk bersembunyi secara pengecut di ruang bawah tanah Anda dan mengejek serta cercaan dan melecehkan orang secara anonim dan berusaha menghancurkan hidup mereka," ujar Morrison.

“Dalam masyarakat bebas seperti Australia di mana kami menghargai kebebasan berbicara kami, (kebebasan berbicara) itu hanya gratis jika itu diimbangi dengan tanggung jawab atas apa yang Anda katakan,” tegasnya.

Morrison menawarkan sedikit wawasan tentang perincian undang-undang yang diusulkan, atau apakah itu akan menjadi debat publik, tetapi mengatakan dia mengharapkan dukungan kuat dari parlemen.

Baca juga: Merah Marun atau Hijau? Viral Video Topi Berubah Warna Hebohkan Netizen

Dia sebelumnya mengisyaratkan tindakan keras terhadap anonimitas online selama KTT G20 bulan lalu, di mana dia mengatakan aturan yang berlaku di dunia nyata harus berlaku di dunia digital. Namun, masih belum jelas bagaimana tepatnya pemerintah Australia mengharapkan perusahaan media sosial untuk memverifikasi identitas penggunanya.

Langkah-langkah baru, menurut Jaksa Agung Michaelia Cash, juga seharusnya membawa lebih banyak kejelasan pada keputusan Pengadilan Tinggi Australia pada bulan September, yang memutuskan bahwa media bertanggung jawab atas komentar pengguna bahkan jika cerita itu sendiri tidak memfitnah.

Putusan itu memaksa beberapa media termasuk CNN untuk menutup halaman Facebook mereka untuk pengguna Australia karena ketidakpastian dan risiko klaim pencemaran nama baik.

Baca juga: Viralkan Sendiri Video Seksnya, Selebriti Kuwait Gemparkan Seluruh Negeri
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini Gabung Aliansi 40 Negara untuk Misi Pasca-perang di Selat Hormuz
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Jet Tempur F-16 AS Tembak...
Jet Tempur F-16 AS Tembak Benda Dikira UFO Pakai Rudal Rp9 Miliar, Ternyata Balon Pramuka
Rekomendasi
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
Berita Terkini
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved