Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Senin, 15 Juni 2026 - 10:13 WIB
loading...
PM Israel Benjamin Netanyahu. Mantan PM Ehud Barak serukan penggulingan Netanyahu dengan tongkat dan batu jika menyabotase pemilu Israel. Foto/Avi Ohayon/GPO Israel
A
A
A
TEL AVIV - Mantan Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Barak pada hari Minggu menyerukan agar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu digulingkan dengan tongkat dan batu jika dia mencoba untuk menyabotase pemilu mendatang.
Barak, yang menjabat sebagai PM Israel dari tahun 1999 hingga 2001, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan lembaga penyiaran publik Israel, KAN.
Baca Juga: Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
“Saya khawatir Netanyahu mungkin mencoba untuk menyabotase pemilu, dan dia dapat melakukannya dengan sangat mudah,” kata Barak.
“Jika dia mencoba, kita tidak akan punya pilihan selain menyingkirkannya dengan tongkat dan batu," katanya, yang dikutip Anadolu, Senin (15/6/2026).
Netanyahu (76) telah memimpin pemerintahan saat ini sejak akhir Desember 2022. Koalisinya secara luas digambarkan sebagai koalisi paling kanan sejak Israel didirikan di wilayah Palestina pada tahun 1948.
Masa jabatan Knesset saat ini berakhir pada Oktober 2026, dengan pemilu diperkirakan akan diadakan pada bulan September atau Oktober.
"Netanyahu dapat menyabotase pemilu dengan melancarkan operasi di Lebanon yang akan memprovokasi pembalasan dari Hizbullah dan Iran," paparnya.
Barak, yang menjabat sebagai PM Israel dari tahun 1999 hingga 2001, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan lembaga penyiaran publik Israel, KAN.
Baca Juga: Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
“Saya khawatir Netanyahu mungkin mencoba untuk menyabotase pemilu, dan dia dapat melakukannya dengan sangat mudah,” kata Barak.
“Jika dia mencoba, kita tidak akan punya pilihan selain menyingkirkannya dengan tongkat dan batu," katanya, yang dikutip Anadolu, Senin (15/6/2026).
Netanyahu (76) telah memimpin pemerintahan saat ini sejak akhir Desember 2022. Koalisinya secara luas digambarkan sebagai koalisi paling kanan sejak Israel didirikan di wilayah Palestina pada tahun 1948.
Masa jabatan Knesset saat ini berakhir pada Oktober 2026, dengan pemilu diperkirakan akan diadakan pada bulan September atau Oktober.
"Netanyahu dapat menyabotase pemilu dengan melancarkan operasi di Lebanon yang akan memprovokasi pembalasan dari Hizbullah dan Iran," paparnya.
Lihat Juga :