Salat Jumat di Masjid India Ini Bolehkan Non-Muslim Ikut Hadir
Sabtu, 27 November 2021 - 16:09 WIB
loading...
Perwakilan non-Muslim berinteraksi dengan jamaah salat Jumat di sebuah masjid di India sebelum khotbah Jumat disampaikan, 26 November 2021. Foto/Times of India
A
A
A
KOTTAYAM - Ibadah salat Jumat yang diadakan di Masjid Markaz, Alapuzha, India, agak berbeda dari masjid pada umumnya. Di sana, para warga non-Muslim diperbolehkan hadir untuk mendengarkan khotbah.
Pada pelaksaan salat Jumat pada 26 November 2021, pengelola masjid menyiapkan tempat duduk khusus untuk sekitar 100 orang non-Muslim.
Baca juga: Terungkap, Tentara Wanita Israel Ditugaskan Beri Layanan Seks Tahanan Palestina
Mengutip Times of India, Sabtu (27/11/2021), masjid di wilayah Kerala ini ingin mengirimkan pesan kerukunan komunal. Orang-orang non-Muslim yang diundang merupakan perwakilan komunitas Kristen dan Hindu.
Dengan kehadiran itu, mereka dapat mendengarkan khotbah singkat dan menyaksikan ibadah salat Jumat umat Islam.
KS Ashraf, seorang anggota masjid, mengatakan kepada Decan Herald bahwa meskipun tidak ada larangan masuknya anggota dari agama lain ke masjid, acara khusus ini direncanakan seperti keadaan saat ini, menyaksikan diskusi yang tidak menguntungkan tentang topik seperti "halal" dan "jihad", yang menimbulkan ancaman bagi negara kerukunan komunal.
Imam Abdul Hakkim Panavally memimpin salat dan menyampaikan khotbah singkat, diikuti dengan interaksi singkat dengan orang-orang yang hadir.
Pada pelaksaan salat Jumat pada 26 November 2021, pengelola masjid menyiapkan tempat duduk khusus untuk sekitar 100 orang non-Muslim.
Baca juga: Terungkap, Tentara Wanita Israel Ditugaskan Beri Layanan Seks Tahanan Palestina
Mengutip Times of India, Sabtu (27/11/2021), masjid di wilayah Kerala ini ingin mengirimkan pesan kerukunan komunal. Orang-orang non-Muslim yang diundang merupakan perwakilan komunitas Kristen dan Hindu.
Dengan kehadiran itu, mereka dapat mendengarkan khotbah singkat dan menyaksikan ibadah salat Jumat umat Islam.
KS Ashraf, seorang anggota masjid, mengatakan kepada Decan Herald bahwa meskipun tidak ada larangan masuknya anggota dari agama lain ke masjid, acara khusus ini direncanakan seperti keadaan saat ini, menyaksikan diskusi yang tidak menguntungkan tentang topik seperti "halal" dan "jihad", yang menimbulkan ancaman bagi negara kerukunan komunal.
Imam Abdul Hakkim Panavally memimpin salat dan menyampaikan khotbah singkat, diikuti dengan interaksi singkat dengan orang-orang yang hadir.
Lihat Juga :