Filipina Tolak Permintaan China untuk Pindahkan Kapal Perang Tua dari LCS
Kamis, 25 November 2021 - 15:40 WIB
loading...
kapal Angkatan Laut Filipina BRP Sierra Madre. FOTO/Reuters
A
A
A
MANILA - Filipina tidak akan memindahkan kapal Angkatan Laut tua dan bobrok mereka yang berlabuh di sebuah atol di Laut China Selatan (LCS). Penolakan ini datang setelah China memblokir misi untuk memasok awak kapal.
Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (25/11/2021), Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana menolak pernyataan China pada hari Rabu bahwa Filipina telah berkomitmen untuk mencopot BRP Sierra Madre, yang sengaja mendarat di beting Second Thomas pada tahun 1999 untuk memperkuat klaim kedaulatan Manila di kepulauan Spratly.
Baca: Pasca Insiden dengan Kapal Filipina di LCS, AS Peringatkan China Jangan Provokatif
Kapal pendarat tank sepanjang 100 meter itu dibangun untuk Angkatan Laut Amerika Serikat selama Perang Dunia II. “Kapal itu sudah ada sejak 1999. Kalau ada komitmen pasti sudah lama disingkirkan,” kata Lorenzana kepada wartawan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian pada hari Rabu mengatakan, Beijing “menuntut pihak Filipina menghormati komitmennya dan menghapus kapalnya yang dikandangkan secara ilegal”. Beting Second Thomas yang terletak 195km dari Palawan, adalah rumah sementara dari kontingen kecil militer di atas kapal berkarat, yang terjebak di karang.
Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (25/11/2021), Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana menolak pernyataan China pada hari Rabu bahwa Filipina telah berkomitmen untuk mencopot BRP Sierra Madre, yang sengaja mendarat di beting Second Thomas pada tahun 1999 untuk memperkuat klaim kedaulatan Manila di kepulauan Spratly.
Baca: Pasca Insiden dengan Kapal Filipina di LCS, AS Peringatkan China Jangan Provokatif
Kapal pendarat tank sepanjang 100 meter itu dibangun untuk Angkatan Laut Amerika Serikat selama Perang Dunia II. “Kapal itu sudah ada sejak 1999. Kalau ada komitmen pasti sudah lama disingkirkan,” kata Lorenzana kepada wartawan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian pada hari Rabu mengatakan, Beijing “menuntut pihak Filipina menghormati komitmennya dan menghapus kapalnya yang dikandangkan secara ilegal”. Beting Second Thomas yang terletak 195km dari Palawan, adalah rumah sementara dari kontingen kecil militer di atas kapal berkarat, yang terjebak di karang.
Lihat Juga :