Pasca Insiden dengan Kapal Filipina di LCS, AS Peringatkan China Jangan Provokatif

Sabtu, 20 November 2021 - 07:15 WIB
loading...
Pasca Insiden dengan...
Kapal Penjaga Pantai China semprotkan meriam air ke kapal Vietnam. FOTO/Xinhua
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menyebut tindakan China dalam menggunakan meriam air terhadap kapal pemasok Filipina di Laut China Selatan (LCS) sebagai langkah "berbahaya, provokatif, dan tidak dapat dibenarkan". AS memperingatkan bahwa serangan bersenjata terhadap kapal Filipina akan memicu pertahanan timbal balik AS.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan, Washington mendukung Filipina di tengah eskalasi yang secara langsung mengancam perdamaian dan stabilitas regional. “Beijing tidak boleh mengganggu kegiatan Filipina yang sah di zona ekonomi eksklusif Filipina,” kata Price dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (19/11/2021).

Baca: Laporan Badan Kongres AS: Militer China Akan Segera Serang Taiwan

"Amerika Serikat mendukung sekutu Filipina kami dalam menegakkan tatanan maritim internasional berbasis aturan dan menegaskan kembali bahwa serangan bersenjata terhadap kapal umum Filipina di Laut China Selatan akan memicu komitmen pertahanan bersama AS," kata Price.

Sementara Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin menegaskan kembali komitmen pertahanan Amerika ke Manila dan berjanji untuk "berdiri dengan sekutu Filipina kami" dalam panggilan pada hari Jumat dengan rekannya di Filipina, Delfin Lorenzana.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Indro Warkop Gaungkan...
Indro Warkop Gaungkan Pesan Hidup Sehat Lewat Kebiasaan Harian
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved