Filipina Tolak Permintaan China untuk Pindahkan Kapal Perang Tua dari LCS
Kamis, 25 November 2021 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Lorenzana menuduh China "melanggar" ketika penjaga pantainya mengganggu misi pasokan untuk pasukan. China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan sebagai miliknya, menggunakan “sembilan garis putus-putus” pada peta yang menurut putusan arbitrase internasional pada tahun 2016 tidak memiliki dasar hukum.
Baca: Filipina Tuding Kapal China Tembakkan Meriam Air ke Kapalnya
Beting Second Thomas berada dalam zona ekonomi eksklusif 200 mil laut Filipina, sebagaimana digariskan dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), yang ditandatangani oleh China.
“Kami memiliki dua dokumen yang membuktikan bahwa kami memiliki hak berdaulat di ZEE kami sementara mereka tidak, dan klaim mereka tidak memiliki dasar,” kata Lorenzana. “China harus mematuhi kewajiban internasionalnya yang menjadi bagiannya,” lanjutnya.
Presiden Rodrigo Duterte pada hari Senin mengatakan pada pertemuan puncak yang diselenggarakan oleh Presiden China Xi Jinping bahwa dia “benci” tindakan China baru-baru ini di kawasan itu.
Baca: Filipina Tuding Kapal China Tembakkan Meriam Air ke Kapalnya
Beting Second Thomas berada dalam zona ekonomi eksklusif 200 mil laut Filipina, sebagaimana digariskan dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), yang ditandatangani oleh China.
“Kami memiliki dua dokumen yang membuktikan bahwa kami memiliki hak berdaulat di ZEE kami sementara mereka tidak, dan klaim mereka tidak memiliki dasar,” kata Lorenzana. “China harus mematuhi kewajiban internasionalnya yang menjadi bagiannya,” lanjutnya.
Presiden Rodrigo Duterte pada hari Senin mengatakan pada pertemuan puncak yang diselenggarakan oleh Presiden China Xi Jinping bahwa dia “benci” tindakan China baru-baru ini di kawasan itu.
(esn)
Lihat Juga :