Model Cantik Sekongkol Habisi Suami demi Jadi Bos Narkoba

Kamis, 18 November 2021 - 15:53 WIB
loading...
Model Cantik Sekongkol Habisi Suami demi Jadi Bos Narkoba
Camila Marodin, model Brasil, ditangkap polisi atas tuduhan sebagai bos kartel narkoba. Dia diyakini bersekongkol untuk membunuh suaminya yang jadi pemimpin kartel tersebut. Foto/YouTube via Story.hr
A A A
MATINHOS - Seorang model dan influencer cantik Brasil telah ditangkap polisi atas tuduhan menjadi bos kartel narkoba . Dia diyakini terlibat dalam pembunuhan suaminya, yang sebelumnya memimpin geng narkoba tersebut.

Camila Marodin ditangkap di kota pesisir Matinhos di negara bagian Parana, Brasil, pada pagi hari, 12 November 2021.

Suami Camila, Ricardo Marodin, yang semula dianggap polisi sebagai pemimpin kartel narkoba, dilaporkan ditembak mati oleh anggota geng narkoba tersebut saat pesta ulang tahun putranya pada 7 November 2021.

Baca juga: Rocker Sophia Urista Kencingi Wajah Penonton Pria di Panggung, Polisi Tak Bertindak

Setelah kematian sang suami, Camila mengatakan kepada pihak berwenang bahwa suaminya tidak terlibat dalam kegiatan kriminal dan mengeklaim pembunuhan itu mungkin kasus kesalahan identitas.

Tapi Camila kini telah ditangkap sebagai tersangka pemimpin kartel narkoba dan diyakini terlibat dalam penembakan Ricardo, serta kematian dua mantan polisi.

Penangkapannya terjadi sebagai bagian dari operasi polisi militer di mana 14 tersangka anggota kartel lainnya ditangkap.

Polisi Militer pergi ke rumah Camila di kota Pinhais untuk melaksanakan surat perintah penangkapan terhadapnya, tetapi ketika tiba mereka menemukan bahwa sang model telah mengosongkan propertinya.

Dia kemudian ditangkap dalam perjalanan pulang dari rumah ibunya di Matinhos di mana polisi menemukan pistol Glock yang mereka percaya dia sembunyikan di sana untuk menghindari kecurigaan.

Juru bicara polisi Kolonel Barroso mengatakan penangkapan itu sudah direncanakan, tetapi memang harus diajukan setelah kematian Ricardo dan mantan polisi Thiago Cesar Carvalho dan Guilherme Antonio da Costa.

Polisi dibunuh di lingkungan Cajuru di ibu kota negara bagian Parana, Curitiba, hanya tiga hari setelah pembunuhan Ricardo.

Baca juga: Takut Keduluan Rusia, Inggris Bergegas Ambil Jet Siluman F-35 yang Jatuh di Laut

Penyelidikan Polisi Militer telah berlangsung selama sekitar satu tahun sebelum kematian Ricardo dan kedua petugas polisi tersebut mendorong kepala polisi untuk mengizinkan penangkapan terhadap Camila.

Kolonel Barroso mengatakan: "Polisi Militer melancarkan Operasi Ostentacao (Ostentation), yang mengikuti penyelidikan dan tindak lanjut dari sekitar satu tahun pekerjaan yang dilakukan oleh departemen intelijen Polisi Militer."

"Selama penyelidikan ini, kami menemukan pembayaran keuangan di rekening Camila lebih dari 1,3 juta reais Brasil (setara dengan sekitar £177.000)," ujarnya, seperti dikutip Mail Online, Rabu (17/11/2021).

Menurut situs berita Em Tempo, pengadilan membekukan uang di rekening Camila di samping 13 properti, beberapa di antaranya kelas atas, senilai 3 juta reais (£410.000) yang diyakini dimiliki oleh geng kriminal.

Petugas juga menyita lima unit mobil mewah, dua unit Audi, satu unit Honda, satu unit Chevrolet Camaro dan satu unit Porsche, serta satu unit sepeda motor.

Bahkan, polisi menyita 39 senjata dan uang tunai senilai 120.000 reais (£16.400).

Ricardo Marodin ditembak mati di akhir pesta ulang tahun keempat putranya di kota Pinhais pekan lalu.

Menurut laporan, empat tersangka bersenjata tiba dengan Volkswagen Voyage perak dan melepaskan beberapa tembakan ke arah Ricardo, yang tewas di tempat kejadian.

Pada pagi hari tanggal 10 November 2021, dua mantan polisi itu ditembak mati oleh orang-orang bersenjata di sebuah Volkswagen Voyage perak, mungkin yang sama yang digunakan dalam penembakan Ricardo.

Komandan Polisi Militer Hudson Teixeira berkata: "Ricardo terbunuh dalam perebutan kendali perdagangan narkoba. Pembunuhan lain yang terjadi baru-baru ini di wilayah tersebut sedang dianalisis oleh Polisi Militer untuk memverifikasi apakah mereka memiliki hubungan dengan kematian orang itu atau tidak."

Penyelidik pembunuhan Tito Barichello mengatakan kejahatan itu mungkin terkait, karena Ricardo dan Thiago saling mengenal.

Investigasi kasus ini masih berlanjut.
(min)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2336 seconds (11.210#12.26)