Terobosan Promosi Wisata, KBRI Konpenhagen Sasar Kelompok Lansia

Kamis, 18 November 2021 - 02:36 WIB
loading...
Terobosan Promosi Wisata,...
Para lansia mengikuti sesi demo memasak nasi goreng yang dibawakan oleh Chef Giyanto di KBRI Kopenhagen. Foto/KBRI Kopenhagen
A A A
KOPNEHAGEN - KBRI Kopenhagen melakukan terobosan promosi wisata Indonesia dengan menargetkan grup Ældre Sagen (kelompok lanjut usia) di Denmark .

Grup Ældre Sagen terdapat di setiap distrik di Denmark dan beranggotakan para lanjut usia yang telah pensiun dari berbagai profesi sebelumnya maupun yang masih aktif. Kelompok ini memiliki agenda liburan tahunan berkelompok dan dilakukan dengan paket panjang (sekitar sebulan).

Promosi wisata yang berlangsung di Ruang Pancasila KBRI Kopenhagen pada 16 November 2021 tersebut dihadiri oleh sekitar 50 orang anggota grup Ældre Sagen dari distrik Glostrup, Kopenhagen dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Kamis (18/11/2021).

Baca juga: Kunjungi Thailand Selatan, Dubes RI Bahas Kerja Sama Pendidikan hingga Pertahanan

Kegiatan promosi dibuka dengan pemutaran video singkat tentang pariwisata dan budaya Indonesia dan dilanjutkan dengan informasi terkait situasi Covid di Indonesia khususnya bagi kedatangan pagi pengunjung internasional.

Selanjutnya, Tim Laugesen, pemilik usaha travel perjalanan asal Denmark Travel2Bali memberikan paparan tentang paket wisata yang memberikan fokus pada Bali, Lombok, dan Flores.

Acara menjadi semakin meriah ketika sesi demo masak yang dibawakan oleh Chef Giyanto dari Wisma Duta Besar RI Kopenhagen. Dalam demo tersebut, Chef Giyanto mempraktikkan cara membuat nasi goreng kampung yang menjadi ciri khas Indonesia. Nasi Goreng dipilih karena cukup sederhana proses pembuatannya dan semua bahan yang dibutuhkan dapat ditemukan mudah di Kopenhagen.

Baca juga: Kemlu Ethiopia Luncurkan Buku Dubes RI Al Busyra Basnur

Para tamu yang hadir terlihat sangat antusias dengan rangkaian kegiatan tersebut. Dalam sesi demo masak, pengunjung terlihat semangat mempelajari setiap proses memasak nasi goreng khas Indonesia. Beberapa peserta terlihat maju ke panggung dan berkumpul di sekitar meja demo, mencatat dengan teliti, hingga langsung mengambil video.

Kegiatan diakhiri dengan makan siang bersama dengan beberap menu khas Indonesia seperti nasi goreng, berbagai jenis sate, tempe bacem, aneka sambal, dan wedang jahe.

Beberapa pengunjung sampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengobat rindu karena belum dapat melakukan perjalanan ke Indonesia karena terhalang pandemi Covid-19. Sementara itu, beberapa pengunjung yang belum pernah ke Indonesia justeru menjadi sangat tertarik untuk berlibur untuk merasakan keindahan Indonesia secara langsung dalam waktu dekat.

Baca juga: Ketika Warga Negeri Kanguru Belajar Secara Daring Seni Tari, Angklung dan Gamelan Nusantara

Memperhatikan kenaikan kasus Covid-19 saat ini, mulai 12 November 2021 lalu, Pemerintah Denmark Kembali mengkategorikan Covid-19 sebagai socially critical disease. Pemerintah Denmark membatasi jumlah peserta sejumlah 200 orang (aktivitas dalam ruangan) dan 2000 orang (luar ruangan) termasuk kegiatan konser musik, bioskop, museum, pesta yang besar dengan banyak orang, kebun binatang, kolam renang, taman hiburan, konferensi, kegiatan kuliah, dan aktivitas keagamaan.

Data kasus Covid-19 per 16 November 2021 di Denmark yaitu 430.891 kasus positif dengan 2.781 korban meninggal. Rata-rata kasus baru harian selama November 2021 adalah 3000 orang, meningkat dari sekitar 500 kasus selama September 2021, saat penghapusan semua restriksi Covid-19.

Jumlah warga yang telah menerima vaksin dosis pertama adalah 4.532.372 orang (88% dari populasi yang diundang vaksin) dan 4.431.146 orang (87% dari populasi yang diundang vaksin) telah menerima vaksin tahap kedua.

Baca juga: KBRI Sofia Genjot Ekspor Produk Kelapa dan Gelorakan UMKM Go Global
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
KBRI Kuala Lumpur Pantau...
KBRI Kuala Lumpur Pantau Pencarian 14 WNI Korban Kecelakaan Kapal di Malaysia
Denmark Rogoh Rp757...
Denmark Rogoh Rp757 Miliar untuk Beli Rudal AS, Agar Greenland Tak Dicaplok Trump
Menko AHY Dorong Diaspora...
Menko AHY Dorong Diaspora Indonesia di Rusia Bentuk Asosiasi Pengusaha
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Venezuela Masih Mencekam...
Venezuela Masih Mencekam Diguncang Gempa Susulan, Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah
Rekomendasi
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
PN Jakpus Gelar Sidang...
PN Jakpus Gelar Sidang Vonis Nadiem Makarim Besok
Berita Terkini
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved