KBRI Sofia Genjot Ekspor Produk Kelapa dan Gelorakan UMKM Go Global
Kamis, 14 Oktober 2021 - 17:15 WIB
loading...
Melalui Forum Bisnis yang digagas Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), KBRI Sofia pertemukan Sasa dengan Picco Ltd Bulgaria melalui penandatanganan LoI untuk rencana pembelian produk kelapa. Foto/kbri sofia
A
A
A
SOFIA - Memasuki musim gugur yang mulai membuat udara kian dingin di tengah suasana pandemi global, tidak membuat upaya diplomasi ekonomi terhenti. Mengusung slogan “Bangga Buatan Indonesia”, Duta Besar RI untuk Bulgaria merangkap Albania dan Makedonia Utara Iwan Bogananta terus gencarkan ekspor Indonesia.
Salah satunya produk High Fat Desiccated Coconut keluaran Sasa (PT Rodamas Inti Internasional). Selain itu, KBRI Sofia juga menggerakkan ekpor produk UMKM dalam negeri ke negara tersebut.
Melalui Forum Bisnis yang digagas Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), KBRI Sofia pertemukan Sasa dengan Picco Ltd Bulgaria melalui penandatanganan LoI untuk rencana pembelian produk kelapa.
Baca juga: 4 Mata-mata Berkedok PSK, Dunia Telik Sandi dalam Balutan Seksualitas
Dalam acara ini, hadir Presiden Direktur PT Rodamas Inti Internasional Hadi Santoso mengapresiasi upaya Dubes Iwan dan tim dalam mendorong ekspor Indonesia. Kuantitas kebutuhan untuk tahun pertama adalah sebesar 600 metrik ton atau 2 kontainer per bulan.
Baca juga: Rusia: Kacamata Pintar Facebook Bisa Jadi Alat Mata-mata Amerika Serikat
Dengan kuantitas ini, hasil tindak lanjut kesepakatan dapat menggenjot ekspor Indonesia sampai dengan USD1,5 juta per tahunnya.
Salah satunya produk High Fat Desiccated Coconut keluaran Sasa (PT Rodamas Inti Internasional). Selain itu, KBRI Sofia juga menggerakkan ekpor produk UMKM dalam negeri ke negara tersebut.
Melalui Forum Bisnis yang digagas Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), KBRI Sofia pertemukan Sasa dengan Picco Ltd Bulgaria melalui penandatanganan LoI untuk rencana pembelian produk kelapa.
Baca juga: 4 Mata-mata Berkedok PSK, Dunia Telik Sandi dalam Balutan Seksualitas
Dalam acara ini, hadir Presiden Direktur PT Rodamas Inti Internasional Hadi Santoso mengapresiasi upaya Dubes Iwan dan tim dalam mendorong ekspor Indonesia. Kuantitas kebutuhan untuk tahun pertama adalah sebesar 600 metrik ton atau 2 kontainer per bulan.
Baca juga: Rusia: Kacamata Pintar Facebook Bisa Jadi Alat Mata-mata Amerika Serikat
Dengan kuantitas ini, hasil tindak lanjut kesepakatan dapat menggenjot ekspor Indonesia sampai dengan USD1,5 juta per tahunnya.
Lihat Juga :