Presiden Apartheid Afrika Selatan Terakhir, FW de Klerk, Tutup Usia
Kamis, 11 November 2021 - 21:07 WIB
loading...
A
A
A
Semasa hidupnya, Mandela, yang meninggal pada 2013, memuji keberanian de Klerk dalam membongkar sistem yang telah membawanya ke tampuk kekuasaan.
Baca juga: Sebanyak 14 Negara Bentuk Blok untuk Usir Israel dari Uni Afrika
"Untuk berdamai dengan musuh, seseorang harus bekerja dengan musuh itu, dan musuh itu menjadi mitranya," tulis Mandela dalam otobiografinya 'Long Walk to Freedom' tentang FW de Klerk.
Meskipun sudah lama pensiun dari politik aktif, de Klerk memicu kemarahan di antara para pendukung presiden saat itu Jacob Zuma pada tahun 2016 ketika dia menuduh mereka dan pemimpin mereka berusaha untuk memajukan kepentingan pribadi mereka dan membahayakan demokrasi.
De Klerk kembali menuai kritik tahun lalu ketika dia mengatakan kepada penyiar nasional bahwa dia tidak percaya apartheid adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, seperti yang dinyatakan oleh PBB.
Reaksi yang dipicu oleh pernyataannya memaksa de Klerk untuk menarik diri dari seminar virtual dengan American Bar Association (ABA) di Amerika Serikat, di mana ia seharusnya berbicara tentang hak-hak minoritas dan rasisme.
"Tuduhan bahwa de Klerk terlibat dalam pelanggaran berat hak asasi manusia tidak berdasar," kata yayasannya pada Juli 2020 ketika dia mengundurkan diri dari acara tersebut.
Baca juga: Kerusuhan Afrika Selatan Menggila, 212 Orang Tewas Secara Brutal
Baca juga: Sebanyak 14 Negara Bentuk Blok untuk Usir Israel dari Uni Afrika
"Untuk berdamai dengan musuh, seseorang harus bekerja dengan musuh itu, dan musuh itu menjadi mitranya," tulis Mandela dalam otobiografinya 'Long Walk to Freedom' tentang FW de Klerk.
Meskipun sudah lama pensiun dari politik aktif, de Klerk memicu kemarahan di antara para pendukung presiden saat itu Jacob Zuma pada tahun 2016 ketika dia menuduh mereka dan pemimpin mereka berusaha untuk memajukan kepentingan pribadi mereka dan membahayakan demokrasi.
De Klerk kembali menuai kritik tahun lalu ketika dia mengatakan kepada penyiar nasional bahwa dia tidak percaya apartheid adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, seperti yang dinyatakan oleh PBB.
Reaksi yang dipicu oleh pernyataannya memaksa de Klerk untuk menarik diri dari seminar virtual dengan American Bar Association (ABA) di Amerika Serikat, di mana ia seharusnya berbicara tentang hak-hak minoritas dan rasisme.
"Tuduhan bahwa de Klerk terlibat dalam pelanggaran berat hak asasi manusia tidak berdasar," kata yayasannya pada Juli 2020 ketika dia mengundurkan diri dari acara tersebut.
Baca juga: Kerusuhan Afrika Selatan Menggila, 212 Orang Tewas Secara Brutal
(ian)
Lihat Juga :