Pascaserangan ke Etnis Tigray, 16 Staf PBB Ditahan di Ethiopia
Rabu, 10 November 2021 - 16:42 WIB
loading...
A
A
A
Sebagian besar zona yang terkena dampak konflik berada di bawah pemadaman komunikasi dan akses bagi wartawan dibatasi, membuat klaim medan perang sulit untuk diverifikasi.
Meski demikian, sejumlah negara telah mendesak warganya untuk meninggalkan Ethiopia sementara penerbangan komersial masih tersedia.
Kedutaan AS juga telah memerintahkan staf yang tidak penting untuk pergi dan PBB telah menangguhkan misi yang tidak penting ke Addis Ababa.
Baca juga: AS Perintahkan Pegawai Pemerintah Non-Darurat untuk Segera Tinggalkan Ethiopia
Inggris pada hari Selasa menyarankan warga negara untuk meninggalkan Ethiopia, dengan alasan situasi keamanan yang memburuk.
“Konflik berpotensi meningkat dan menyebar dengan cepat dan dengan sedikit peringatan,” bunyi nasihat perjalanan itu.
Di antara negara-negara Afrika, Zambia memulangkan 31 pekerja dari kedutaan besarnya di Addis Ababa, mengikuti perintah Presiden Hakainde Hichilema untuk mengevakuasi warga.
Perdana Menteri Abiy Ahmed mengirim pasukan ke Tigray pada November 2020 untuk menggulingkan TPLF, mantan partai penguasa regional yang mendominasi politik nasional sebelum Abiy mengambil alih pada 2018.
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2019, Abiy menjanjikan kemenangan cepat, tetapi pada bulan Juni TPLF telah merebut kembali sebagian besar Tigray sebelum berkembang ke wilayah tetangga Amhara dan Afar.
Baca juga: Pasukan Pemberontak Tigray Dekati Ibu Kota, Ethiopia Umumkan Darurat Nasional
Meski demikian, sejumlah negara telah mendesak warganya untuk meninggalkan Ethiopia sementara penerbangan komersial masih tersedia.
Kedutaan AS juga telah memerintahkan staf yang tidak penting untuk pergi dan PBB telah menangguhkan misi yang tidak penting ke Addis Ababa.
Baca juga: AS Perintahkan Pegawai Pemerintah Non-Darurat untuk Segera Tinggalkan Ethiopia
Inggris pada hari Selasa menyarankan warga negara untuk meninggalkan Ethiopia, dengan alasan situasi keamanan yang memburuk.
“Konflik berpotensi meningkat dan menyebar dengan cepat dan dengan sedikit peringatan,” bunyi nasihat perjalanan itu.
Di antara negara-negara Afrika, Zambia memulangkan 31 pekerja dari kedutaan besarnya di Addis Ababa, mengikuti perintah Presiden Hakainde Hichilema untuk mengevakuasi warga.
Perdana Menteri Abiy Ahmed mengirim pasukan ke Tigray pada November 2020 untuk menggulingkan TPLF, mantan partai penguasa regional yang mendominasi politik nasional sebelum Abiy mengambil alih pada 2018.
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2019, Abiy menjanjikan kemenangan cepat, tetapi pada bulan Juni TPLF telah merebut kembali sebagian besar Tigray sebelum berkembang ke wilayah tetangga Amhara dan Afar.
Baca juga: Pasukan Pemberontak Tigray Dekati Ibu Kota, Ethiopia Umumkan Darurat Nasional
(ian)
Lihat Juga :