Kota Canggih Arab Saudi NEOM Akan Izinkan Alkohol?

Kamis, 28 Oktober 2021 - 08:05 WIB
loading...
Kota Canggih Arab Saudi...
NEOM, kota futuristik yang canggih di Arab Saudi yang sedang dibangun dengan dana lebih dari Rp7.095 triliun. Kota ini masih pikir-pikir untuk perlu tidaknya mengizinkan minuman alkohol. Foto/Facebook/Discover NEOM
A A A
RIYADH - NEOM, kota futuristik yang canggih di Arab Saudi , masih pikir-pikir untuk perlu tidaknya mengizinkan konsumsi minuman alkohol saat operasional nanti.

Jika diizinkan, itu akan menjadi perubahan bersejarah bagi kerajaan Islam yang sangat konservatif ini.

Baca juga: Bos Media China: Perlombaan Nuklir Itu Bodoh, Kami Mampu Lenyapkan AS dalam 1 Kali

Tidak seperti negara-negara Teluk lainnya di mana orang asing dapat memiliki setidaknya akses legal terbatas untuk minuman alkohol, larangan tetap berlaku di Kerajaan Arab Saudi yang menampung situs-situs paling suci Islam.

Kalangan ekspatriat menganggap larangan tersebut sebagai penghalang untuk bekerja di atau mengunjungi Arab Saudi.

Tetapi kerajaan tersebut telah membuka diri kepada dunia melalui reformasi ekonomi dan sosial yang luas.

NEOM, kota pusat teknologi tinggi senilai USD500 miliar (lebih dari Rp7.093 triliun) yang dibangun di Laut Merah, adalah bagian dari rencana Visi 2030 Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) untuk mendiversifikasi ekonomi yang bergantung pada minyak.

NEOM akan beroperasi di bawah undang-undang pendiriannya sendiri yang masih dirumuskan.

Joseph Bradley, CEO NEOM's Tech and Digital Holding Company, tidak dapat memastikan alkohol akan diizinkan di bawah undang-undang baru, tetapi dia mengatakan kepada AFP: "Semua orang mengerti perlunya menarik bakat dan turis asing."

"Apa yang sering kami tanyakan adalah seluruh gagasan tentang apakah akan ada alkohol, apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasi ini?" katanya dalam sebuah wawancara di Future Investment Initiative di Riyadh, yang dilansir AFP, Kamis (28/10/2021).

"Untuk lebih jelasnya, NEOM dimaksudkan untuk menjadi kompetitif. Kami ingin yang terbaik dan tercerdas di dunia datang ke NEOM."

Dia menambahkan: "Pahami bahwa itu adalah niat kami untuk menarik tenaga kerja yang paling beragam dan paling berbakat dan kami melakukan segala yang kami bisa dan akan kami lakukan untuk menarik tenaga kerja itu."

Bradley mengatakan NEOM, yang akan menampilkan robot dan menguji coba taksi udara, berada di jalur yang tepat untuk menyambut bisnis dan penduduk pertamanya pada tahun 2025.

Undang-undang pendirian, kata dia, harus disetujui oleh dewan NEOM dalam waktu satu sampai dua tahun. Pangeran Mohammed bin Salman adalah ketua NEOM.

"Saya belum melihat secara spesifik undang-undang terkait (alkohol)," kata Bradley.

"Tetapi saya dapat memberi tahu Anda dengan sangat, sangat jelas bahwa semua orang memahami bahwa kami akan membangun undang-undang dasar yang menarik pasar pariwisata, yang menarik pasar teknologi, yang menarik pasar manufaktur."

Baca juga: Viral, Ukraina Hancurkan Persenjataan Rusia dengan Drone Tempur Turki

Di antara reformasinya sejak menjadi putra mahkota pada tahun 2017, Pangeran Mohammed bin Salman mencabut larangan mengemudi bagi wanita dan mengekang kekuasaan polisi agama yang ditakuti.

Namun reformasi tersebut disertai dengan tindakan keras terhadap para pengkritik pemerintahan Pangeran Mohammed bin Salman, termasuk para aktivis perempuan.

Melegalkan alkohol akan mematahkan tabu besar di negara yang dikenal dengan Wahhabisme, interpretasi Islam yang kaku.

Bulan ini, seorang pejabat Saudi mengatakan kepada AFP bahwa mengizinkan alkohol dalam bentuk terbatas-di daerah yang ditentukan atau hanya untuk orang asing, misalnya-telah dipertimbangkan, menyebutnya sebagai "masalah rumit" dan mengatakan pihak berwenang mengkhawatirkan "reaksi sosial".
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Berita Terkini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved