Paus Fransiskus: Jangan Kirim Balik Migran ke Negara yang Tidak Aman

Senin, 25 Oktober 2021 - 23:30 WIB
Paus Fransiskus: Jangan Kirim Balik Migran ke Negara yang Tidak Aman
Paus Fransiskus. FOTO/Reuters
A A A
VATICAN CITY - Paus Fransiskus membuat permohonan yang berapi-api untuk mengakhiri praktik pemulangan para migran yang diselamatkan di laut ke Libya dan negara-negara tidak aman lainnya di mana mereka menderita “kekerasan tidak manusiawi”. Paus juga meminta masyarakat internasional untuk menemukan cara-cara konkret untuk mengelola arus migrasi di Laut Mediterania.

“Saya mengungkapkan kedekatan saya dengan ribuan migran, pengungsi, dan lainnya yang membutuhkan perlindungan di Libya,” kata Fransiskus dalam sambutannya kepada publik di Lapangan Santo Petrus. "Aku tidak pernah melupakanmu, aku mendengar tangisanmu dan aku berdoa untukmu," ucapnya, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (24/10/2021).

Baca: Bercanda, Paus Sebut Beberapa Orang Menginginkannya Mati

“Begitu banyak dari pria, wanita, dan anak-anak ini menjadi sasaran kekerasan yang tidak manusiawi,” tambahnya. “Sekali lagi, saya meminta masyarakat internasional untuk menepati janji untuk mencari solusi bersama yang konkret dan langgeng untuk mengelola arus migrasi di Libya dan seluruh Mediterania,” lanjut Paus.



Ia mengaku sangat prihatin dengan nasib mereka yang dikirim kembali ke Libya. “Bagaimana mereka menderita, mereka yang dikirim kembali setelah diselamatkan di laut. Fasilitas penahanan di Libya adalah kamp konsentrasi yang sebenarnya,” ujar Paus.

Baca: Vatikan Bantah Paus Fransiskus Mempertanyakan Validitas Taurat

“Kita perlu menghentikan pengiriman kembali (migran) ke negara-negara yang tidak aman dan memprioritaskan penyelamatan nyawa manusia di laut dengan protokol penyelamatan dan pendaratan yang teratur, untuk menjamin mereka kondisi kehidupan yang bermartabat, alternatif penahanan, jalur migrasi reguler dan akses ke prosedur suaka,” paparnya.

Italia dan Malta mendapat kecaman dari para pembela hak asasi manusia karena meninggalkan para migran di atas kapal penyelamat yang penuh sesak sebelum memberi mereka pelabuhan yang aman.

Pejabat badan pengungsi PBB dan organisasi hak asasi manusia telah lama mengecam kondisi pusat penahanan bagi para migran di Libya, mengutip praktik pemukulan, pemerkosaan dan bentuk-bentuk penyiksaan serta makanan yang tidak mencukupi.
(esn)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1167 seconds (10.101#12.26)