Utusan PBB Serukan Pemimpin Junta Myanmar Mundur

Minggu, 24 Oktober 2021 - 08:37 WIB
loading...
A A A
Dia mengatakan bahwa sejak kudeta Februari, militer Myanmar telah terlibat dalam dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang. Dia juga mengkritik pasukan oposisi karena apa yang dia katakan sebagai bukti pelanggaran hak asasi manusia, termasuk pembunuhan dan tanpa pandang bulu terhadap non-kombatan.

Andrews mendesak masyarakat internasional untuk menolak uang, senjata dan pengakuan Tatmadaw, sambil terus mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat.

Sementara itu Duta Besar Myanmar untuk PBB, Kyaw Moe Tun, mengatakan orang-orang tidak ingin menggunakan kekerasan tetapi harus membela diri, karena Tatmadaw meneror orang agar tunduk. Dia mengatakan rakyat Myanmar tidak ingin hidup kembali di bawah kediktatoran.

“Di mata rakyat Myanmar, militer lebih seperti kekuatan pendudukan, bukan pelindung rakyat seperti yang seharusnya,” katanya.

Kyaw Moe Tun ditunjuk oleh pemerintah NLD. Junta Myanmar telah berusaha untuk menggantikan dia di badan dunia itu, dan bulan depan komite sembilan anggota yang membuat keputusan tentang perwakilan di PBB kemungkinan akan membahas masalah ini.

Baca juga: Bertemu Menlu Malaysia, Retno Bahas Batas Negara hingga Krisis Myanmar
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
Koalisi Militer Islam...
Koalisi Militer Islam Gandeng PBB Latih Palestina dan Chad Perangi Pendanaan Terorisme
Perang Lawan Iran Semakin...
Perang Lawan Iran Semakin Panas! AS Minta Warganya di Seluruh Dunia Waspada
Rekomendasi
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved