Utusan PBB Serukan Pemimpin Junta Myanmar Mundur

Minggu, 24 Oktober 2021 - 08:37 WIB
loading...
A A A
Militer telah mengabaikan tekanan internasional untuk membalikkan situasi, dan kondisinya terus memburuk. Kekerasan telah menyebar ke seluruh negeri, dan Pemerintah Persatuan Nasional NLD telah membentuk Angkatan Pertahanan Rakyatnya sendiri.

“Myanmar dengan cepat bergerak menuju jurang maut, dan pengorbanan apa pun yang diperlukan dari kita sekarang untuk menariknya ke arah yang berbeda akan menjadi harga yang kecil sehubungan dengan tantangan monumental yang akan kita hadapi beberapa tahun ke depan,” kata utusan khusus PBB.

Sebelum kudeta, 1 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Sejak Februari jumlah itu meroket menjadi 3 juta. Layanan kesehatan dan perbankan runtuh dan pengangguran meningkat.

Secara terpisah, pakar independen PBB tentang hak asasi manusia di Myanmar, Tom Andrews, mengatakan kepada komite PBB yang sama bahwa bencana lain sudah dekat.

“Saya telah menerima informasi yang dapat dipercaya bahwa junta sedang memindahkan puluhan ribu tentara dan persenjataan berat ke wilayah barat laut negara itu, seolah-olah bersiap untuk menyerang pasukan pertahanan lokal ini,” kata Andrews.

Baca juga: Ditekan ASEAN, Junta Myanmar Bebaskan 5.000 Demonstran yang Ditahan Sejak Kudeta

Dia mengatakan layanan internet telah terputus ke daerah tersebut dan militer menggunakan taktik yang serupa dengan yang digunakan dalam serangan 2016 dan 2017 terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine.

“Kita semua harus siap, karena orang-orang di bagian Myanmar ini bersiap, untuk kejahatan kekejaman massal yang lebih banyak lagi,” kata pelapor khusus PBB itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
Kebakaran Hanguskan...
Kebakaran Hanguskan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Dievakuasi
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Masuk 50% ke Kanada, PM Carney: Pelanggaran!
Rekomendasi
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 20: Kedekatan Elio dan Arumi Semakin Menjadi Sorotan
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
Berita Terkini
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved